M Yamin Sumitra: Malam Tahun Baru, Bandar Narkoba Panen Besar


Jambi – Berita21: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi, Kombes Polisi Mohammad Yamin Sumitra mencatat, bahwa menjelang pergantian Tahun Baru 2012 yang lalu, para bandar narkoba untung besar dan pesta pora. Dari hasil penyelidikannya, justru pada momentum malam Tahun Baru 2012, para bandar narkoba panen besar dengan menambah modalnya.

“Ada yang menjual mobil, hutang, bekerja sama dengan rekan-rekannya, dan yang lainnya. Pokoknya, para bandar melaksanakan panen besar,” sebutnya kepada berita21.com diruang kerjanya, Jum’at (14/01/2012) di Jalan Zainir Haviz, Kota Baru, Kota Jambi.

Ditambahkan Yamin Sumitra. sesuai teori ekonomi, bila yang membutuhkan atau pun konsumen banyak, maka harganyapun akan naik. “Karena para pengguna, akan melaksanakan pesta narkoba di malam tahun baru (pergantian Tahun Baru 2012) itu,” imbuhnya.

Dipaparkan Yamin, mengantisipasi menjelang pergantian Tahun Baru 2012, sebelumnya seluruh petugas dan personil BNN Provinsi Jambi sudah berulang kali mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh adat, cerdik pandai dan cendekiawan, tokoh pemuda, para kepala SKPD-SKPD terkait dilingkungan pemerintah daerah, komandan TNI dan kepala kepolisian daerah, para pengusaha tempat hiburan (karaoke, hotel, salon, panti pijat, dan lainnya), pemilik tempat kos-kosan, dan pengelola tempat wisata lainnya.

Bahkan pihaknya, diakui oleh Yamin, melakukan serangkaian kegiatan melalui penyuluhan, menyebarkan selebaran dan surat, publikasi ke mass media, maupun melakukan tatap muka dengan para tokoh masyarakat yang ada di Jambi.

“Mari bersama-sama melaksanakan pencegahan terhadap penyalahgunaan atau pemakai narkoba, pemberantasan narkoba dan peredaran gelap narkoba. Selamatkan bangsa dari ancaman narkoba, dan wujudkan ‘Jambi Bebas Narkoba’ demi mencapai tujuan dan cita-cita bangsa, dengan ikut serta membangun Provinsi Jambi dengan cara mendukung program JAMBI EMAS 2015,” tuturnya.

Perlu diketahui, bahwa Provinsi Jambi sudah sangat memprihatinkan dari data yang diperoleh hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Indonesia, Direktorat Narkoba Polda Jambi, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jambi, Rumah Sakit Jiwa Daerah Jambi, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Jambi, dan sejumlah penelitian dari berbagai lembaga swadaya masyarakat lainnya yang ada di Jambi.

Menurut Yamin, penyalahgunaan atau pemakai narkoba di Provinsi Jambi menduduki peringkat ke-6 di seluruh Indonesia dari 33 provinsi, dengan asumsi jumlah pemakai atau pengguna mencapai 50.420 orang pada tahun 2010. Selanjutnya dari sisi peredaran narkoba yang ada, justru di Provinsi Jambi jumlah peredaran narkoba menduduki peringkat ke-16 seluruh Nasional.

Sementara itu, dikatakan mantan Dir Binmas Polda Jambi ini, meninggal dunia akibat penyalahgunaan atau pemakai narkoba sehari rata-rata mencapai 51 orang di seluruh Indonesia. “Yang diproses hukum oleh Direktorat Narkoba Polda Jambi dan jajarannya, yakni pada tahun 2008 sebanyak 175 perkara, tahun 2009 sebanyak 266 perkara, dan tahun 2010 sebanyak 227 perkara,” paparnya menjelaskan.

Disamping itu, ungkap Yamin lagi, yang terinfeksi atau terkena HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yakni sebanyak 555 orang. “Dari data November 2011, tercatat 555 orang terinfeksi HIV/AIDS akibat penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Sedangkan yang dikirim ke Lido, papar Yamin Sumitra, untuk direhabilitasi sudah melebihi kapasitas setiap tahunnya. “Dari Jambi kapasitas hanya 10 orang tiap tahunnya. Sudah dikirim sampai 18 orang bahkan lebih. Belum yang berobat inap, dan berobat jalan di Rumah Sakit Jiwa Jambi, yang paska rehabilitasi yang dalam penanganan LSM JOTHI dan SIKOK, yaitu sekitar 200 sampai 500 orang, dan data tersebut bisa berubah sesuai waktu penelitian dan pendataannya,” demikian urai Yamin membeberkan.

Afrizal/B21
Iklan