Hentikan Pembongkaran Pasar Bulu Semarang


Semarang – Berita21: Dalam sejarahnya Pemerintah Kota Semarang mempunyai peninggalan empat ( 4 ) pasar Kolonial, yang dibangun oleh De Gemeente ( Pemerintah Kotapraja Semarang pada masa lalu ).

Rancangan dan pembangunan pasar kota Semarang dimulai pada tahun 1930 oleh arsitek negeri Belanda oleh Ir. Herman Thomas Karsten, seorang insinyur arsitek lulusan Technische Hoogeschool di Delft negara Belanda .

Gebrakan yang dibuat oleh Karsten dengan menampilkan bentuk pasar modern yang lain daripada yang lain cukup mencengangkan masyarakat.

Pasar ini bahkan dikatakan sebagai pasar yang sangat (bukan terlalu) mewah untuk masa itu.

Pembangunan pasar dikota semarang dimulai pada tahun 1930 – 1939 dengan awalnya dibangun pertama kali adalah pasar Djatingaleh, kemudian pasar Djohar, pasar Boeloe dan pasar Randusari.

SEJARAH PASAR BULU :

Pasar Bulu Semarang dibangun pada tahun 1936 dan selesai tahun 1939, oleh Ir. Herman Thomas Karsten, seorang insinyur arsitek lulusan Technische Hoogeschool di Delft negara Belanda. Bangunan Pasar Bulu menggunakan struktur jamur (mushroom) dengan memakai kolom maupun bagian atasnya berbentuk segi delapan. Berfungsi sebagai penyelesaian masalah penghawaan dan pencahayaan Karsten membuat bukaan (pintu, jendela maupun lubang ventilasi) yang lebarnya sama dengan jarak antar travenya. Pembukaan ini dipadu dengan plafon dengan ketinggian 5,44 meter untuk ruang-ruang di pinggir dan 10,44 meter pada ruang-ruang di tengah.

Ciri khas arsitek Karsten , tiang kolom struktur Mushroom

Pada tahun 1996 pasar bulu ada perbaikan atau renovasi pada atap pasar bulu lama dengan ditutup dengan konstruksi rangka baja berbentuk kubah joglo, inilah yang memberikan kesan sampai sekarang Pasar Bulu Semarang tidak keliatan sebagai bangunan kuno.

Penambahan atap kubah pasar bulu dengan model joglo

Tata Letak Bangunan Pasar Bulu Semarang,

Pasar Bulu Semarang mempunyai tiga tatanan massa, yaitu :

1. Pasar Bulu lama, berada di sebelah Timur,

2. Pasar Bulu baru , berada di sebelah Barat,

3. Pasar Bulu Inpres , berada di sebelah Barat,

Bangunan Pasar Bulu Semarang terdiri dari dua lantai, dengan luas :

• lantai I adalah 5.820 m2,

• lantai II adalah 4,212 m2

• Luas total 10.032 m2,

• Meliputi 975 los dan 141 kios ( data : Dinas Pasar Bulu, 2003).

PASAR BULU MASUK BANGUNAN CAGAR BUDAYA

Pada saat ini masih rame di bicarakan rencana revitalisasi pembangunan pasar Bulu menjadi pasar moderndengan investasi sebesar Rp. 43 miliar yang rencananya akan dimulai bulan maret 2012.Revitalisasi Pasar Bulu Kota Semarang seluas 8.541 m2 itu akan dibangun tiga lantai serta satu lantai semi basement dengan luas 5.070 m2 tiap lantai dan pekerjaan fisik diperkirakan memakan waktu setahun dengan menggabungkan konsep pasar tradisional dan modern.

Pembangunan empat ( 4 ) Lantai pasar Bulu yang mampu menampung 1.217 pedagang akan diberlakukan zonanisasi pedagang di setiap lantai, yakni :

• Lantai I pedagang kelontong, konveksi dan warung makan,

• Lantai II pedagang bumbu, buah, sembako dan aksesoris,

• Lantai III dan IV untuk pedagang daging serta unggas,

• Bassement akan digunakan untuk lokasi parkir.

Maket Revitalisasi pasar Bulu

Pasar Bulu yang terletak di Jl. Jl. MGR Soegiyopranoto No.2. Semarang.Dalam sejarahnya pasar bulu dibangun pada tahun 1936 setelah pembangunan pasar Johar , kalau di hitung saat ini bangunan pasar bulu lama tersebut telah berusia 76 TAHUN.

Maka kami dari Komite Pendidikan Anti Korupsi ( KPAK ) Jawa tengah, mengkritisi rencana Pemerintah Kota Semarang untuk merevitalisasi pembangunan Pasar Bulu.

Menginggat usia bangunan pasar Bulu Lama tersebut sudah berumur 76 Tahun, berarti masuk dalam BANGUNAN CAGAR BUDAYA ( BCB )sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Pasal 5, huruf ( a ) Berusia 50 ( lima puluh ) tahun atau lebih.

Dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 , tentang Bangunan dan Gedung.

Pasal 38, ayat (1 ) dan ( 2 ) , penjelasan Pasal 38, ayat ( 2 ) Bangunan gedung dan lingkungan yang dilindungi dan dilestarikan dapat berupa kesatuan atau kelompok, Atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya yang berumur paling sedikit 50 ( Lima puluh ) tahun, dan mewakili massa gaya sekurang-kurangnya 50 ( Lima puluh ) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, termasuk nilai arsitektur dan teknologinya.

Kami mengambil sikap HENTIKAN PEMBONGKARAN PASAR BULU, karena bangunan Pasar Bulu lama adalah Bangunan Cagar Budaya ( BCB ) yang dilindungi oleh Undang-undang tentang Cagar Budaya .

Semarang, 14 Januari 2012

Salam Anti Korupsi

TTD

BS Wirawan

Berita21
Iklan

One thought on “Hentikan Pembongkaran Pasar Bulu Semarang

  1. Salam Budaya……
    Saya sangat berharap, untuk sedulur-sedulur semua yang ikut pelatihan Advokasi Cagar Budaya di Kaliurang untuk merapatkan Barisan….Untuk semua aja yang peduli tentang BCB untuk memberikan nomor kontaknya agar kita mudah untuk Komunikasi karena banyak permasalahan tentang pelanggaran BCB yang membutuhkan Pemikiran, Tindakan dan Kordinasi kita dalam menyikapi setiap kasus….agar kita tidak merasa sendiri.
    ini identitas saya : Bagus Jati W. banyak yang memanggil Gus Jati. kesibukan saya di Tabloid Bhayangkara News.
    nomer telp saya : 081 228 333 058. Buat Sedulur-sedulur Budaya, saya berharap kita akan sering Silaturahmi meskipun hanya lewat telp. Matur nuwun.

Komentar ditutup.