Lingkaran Setan Korupsi Cianjur


Cianjur – Beita21.com. Saat ditemui wartawan berita21.com pada (31/1/2012) Yudi Junadi di kediamannya terkait dugaan korupsi bupati cianjur berserta para oknum pejabat dan keluarga bupati dalam penyalahgunaan dana, seperti bansos gate, dana gempa yang penyelidikannya sampai saat ini belum selesai.

Yang paling baru dan terungkang juga sedang dalam proses penyelidikan kejati adalah kasus penyalahgunaan dana non urusan kepala daerah (“mamin”gate) tahun anggaran 2007-2010yang ditemukan oleh auditor BPK yang merugikan negara sekitar Rp7,5 Miliar dan di nyatakan disclamer karena saat itu tidak ditemukan data-data akurat, setelah itu di limpahkan ke kejati jabar lalu di temukan keterlibatan 2 pejabat di jajaran pemkab cianjur yakni, Ahmad Warsoma Kabag Keuangan dan Heri Kabag Umum yang saat ini ditetapkan menjadi tersangka, serta melibatkan istri bupati yang pada hari ini diperiksa oleh aspidsus kejati jabar, juga mantan kabag keuangan edi iryana.

Menurut informasi yang di dapat dari Yudi Junadi, besok rabu (1/2/2012) akan dilakukan pemanggilan serta pemeriksaan oleh Kejati Jabar terhadap 26 saksi, dari hasil pemeriksaan tersebut akan ditetapkan siapa yang akan jadi tersangka dan siapa yang akan jadi saksi.

Yudi Junadi menuturkan “ dari hasil pengamatan saya, dari sejumlah alat bukti terutama keterangan saksi, peranan bupati cianjur dalam dugaan tindakan korupsi sudah cukup kuat, dan penuturan saya ini sesuai dengan statment Fadil Jumhana (Aspidsus), bahwa bupati “terlibat aktif” dan menerima aliran dana” tuturnya.

Yudi Junadi menambahkan“seharusnya, menurut saya jauh sebelumnya jaksa harus menetapkan status hukum bupati cianjur, namun hingga saat ini belum ditetapkan, karena ditakutkan ada intervensi non hukum yang memanfaatkan pengaruh politik dan pengaruh uang,yang bisa membengkokan pasal-pasal dan bupati cianjur bebas dari dugaan” tuturnya.

Ketika wartawan berita21.com menyinggung tentang adakah keterlibatan instansi lain dalam kasus “mamin”gate ini Yudi Junadi menjawab bahwa menurutnya dana tersebut di keluarkan dari pos setda cianjur yang terlokalisasi di pemda cianjur, yang dibagi menjadi 2 yaitu dana urusan dan dana non urusan, kalau non urusan langsung ke bupati cianjur untuk makan minum,dana perjalanan dinas,dan perawatan mobil. sementara dana urusan dikeluarkan oleh kabag keuangan, jadi tidak ada keterlibatan instansi lain.

Ditanya tentang, kontrol dari anggota DPRD cianjur terkait korupsi Yudi Junadi menuturkan “ saat ini cianjur seperti tidak punya wakil rakyat, karena tidak ada satu anggota pun yang mengeluarkan pernyataan tentang kasus-kasus korupsi yang ada di cianjur terutama mamin gate ini” tuturnya, lalu ketika ditanya tentang alasan kenapa seperti itu Yudi Junadi menjawab “ mereka sedang menanti bupati cianjur jadi tersangka, karena mereka yang akan di untungkan dari akses politis, tapi kontribusi untuk pemberatasan korupsi tidak ada, karena mereka kurang paham tentang politik” pungkasnya. Diakhir wawancaranya Yudi Junadi juga berpesan kepada media untuk bersama memberantas korupsi di cianjur dengan cara mempublikasikan dan mengawasi dengan cara pengumpulan data yang akurat serta dari sumber yang akurat juga tidak dalam konteks opini tapi fakta sesuai investigasi di lapangan.

Hal senada juga di ungkapkan oleh LSM INSIDE dan BEM Unsur yang ditemui di tempat yang sama, bahwasanya ketika mereka mendatangi anggota dewan mereka seakan tutup mata dan telinga tentang kasus korupsi yang ada di cianjur, salah satu perwakilan LSM INSIDE dan BEM Unsur juga menuturkan “ kami siap mengawal dan mengawasi penyelidikan lingkaran korupsi di cianjur, sampai tuntas pengusutannya. Karena ini sudah mendzolimi warga cianjur” tuturnya lalu mereka menyebutkan bahwa korupsi yang terjadi di cianjur juga di lakukan oleh keluarga bupati cianjur sendiri yang saat ini menjadi anggota DPRD yaitu Irfan Rivano Muhtar dalam kasus perijinan yang sudah dilaporkan oleh LSM INSIDE dan BEM Unsur ke badan kehormatan DPRD, namun sampai saat ini belum ada kabar kepastian.

Ketika wartawan Berita21.com bertanya tentang tujuan gerakan LSM INSIDE dan BEM Unsur dalam hal pemberatasan korupsi mereka menjawab “ kami hanya ingin cianjur ini bersih dari korupsi dan tidak di ulangi lagi oleh pejabat lain, dan kamipun siap dengan konsekuwensi yang akan kita terima” pungkasnya.

Yudi Junadi, LSM INSIDE dan BEM Unsur pun mengatakan bahwa jika kasus korupsi bupati cianjur ini menemui jalan buntu, maka mereka akan mengadakan aksi yang lebih besar dengan masa yang lebih besar pula.

Pedi Perdian/B21