Kejati Jabar Panggil 16 Pejabat Cianjur


Cianjur – Berita21. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat telah memanggil 16 pejabat di lingkungan Pemerintah Kab. Cianjur untuk dimintai keterangan tim penyidik sebagai saksi terkait dugaan korupsi dana nonurusan kegiatan kepala daerah (mamingate) di Pemerintah Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2007-2010 sebesar Rp 7,5 miliar, pada Rabu (1/2/2012).

Kepala Penerangan Hukum (Kapenkum) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Atang Bawono menuturkan, di antara saksi yang dipanggil penyidik itu, terdapat dua tersangka untuk dimintai keterangan yaitu Heri dan Ahmad Warsoma.

“Memang, dari enam belas pejabat itu ada dua orang pejabat yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini turut dipanggil juga. Akan tetapi, kapasitas para tersangka itu masih sebagai saksi untuk tersangka lain. Para saksi tersebut diperiksa tim penyidik kejaksaan mulai pukul 10.00 WIB,” ujar Atang kepada wartawan.

Saat ditanya mengenai pemanggilan kepada istri Bupati Cianjur, Yana Rosdiana, Atang menjelaskan, untuk saat ini, pihaknya belum memanggil kembali yang bersangkutan untuk dimintai keterangan terkait kasus mamin-gate ini.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Fadil Zumhanna mengatakan, kasus ini dari hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan kejanggalan dalam penggunaan anggaran.

Berbekal data BPK itulah, kemudian tim penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melakukan pemeriksaan di Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Dari hasil pemeriksaan, ditaksir kerugian negara mencapai Rp 7,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cianjur.

Pedi/Epul/B21
Iklan

One thought on “Kejati Jabar Panggil 16 Pejabat Cianjur

Komentar ditutup.