FKWJ Desak Pemerintah Segera Revisi Keppres No.5 Tahun 1985 Tentang HPN


Jambi – Berita21.com: Dalam pers rilisnya yang diterima berita21.com, Forum Komunikasi Wartawan Jambi (FKWJ) melalui juru bicaranya, Malinus Gulo menyampaikan tuntutannya kepada pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera merevisi Keputusan Presiden RI Nomor.05 tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.

Pasalnya, kata Gulo, Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari yang diperingati setiap tahunnya sebagai hari kemerdekaan pers, keputusannya didasari oleh Keputusan Presiden RI Nomor.05 Tahun 1985, di masa pemerintahan mendiang Presiden RI Soeharto di era orde baru.

Dikatakan Gulo yang juga Ketua Gabungan Wartawan Jambi (GWI) Jambi ini, dijelaskan di dalam Keputusan Presiden RI Nomor.05 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional atau HPN, disebutkan bahwa 9 Februari merupakan peristiwa yang paling bersejarah bagi kehidupan pers nasional Indonesia.

Seraya menambahkan, diceritakannya bahwa 9 Februari pada tahun 1946, terbentuklah organisasi pers nasional, yaitu PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) yang merupakan pendukung kekuatan pers nasional.

“Hal itu, setidaknya perlu dikaji kembali sejarah pers nasional dimasa silam sampai saat ini. Kalo kita ukur dari titik zaman orde baru yang silam, untuk merasakan kemerdekaan pers sangat jauh untuk dirasakan oleh kalangan pers masa itu.

Sementara tuntutan zaman pun sudah berubah yakni orde reformasi saat ini, yang mana tata pemerintahan sesudah orde baru mengadakan perombakan sistem ke arah sistem demokratis,” paparnya.

Dengan demikian, tambah Malinus, pihaknya meminta kepada pemerintah dan Dewan Pers untuk menyelesaikan segala polemik tentang penetapan Hari Pers Nasional, yang jatuh pada 9 Februari ini.

“Kepada Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan seluruh jajaran Dewan Pers harus bisa dan mampu, berani dan adil untuk menyelesaikan persoalan polemik yang memang sengaja dipelihara terhadap kemerdekaaan pers oleh keputusan Keppres Nomor.05 Tahun 1985, yang merupakan produk di masa orde baru itu,” urai Malinus Gulo menegaskan.

Afrizal/B21
Iklan