Terkait HPN 2012 di Kota Jambi, Puluhan Wartawan dan Jurnalis se-Jambi Berunjuk Rasa


Jambi – Berita21.com. Sekitar seratus orang wartawan, wartawati dan kalangan jurnalis dari beragam mass media terbitan nasional dan lokal di Jambi, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wartawan Jambi (FKWJ) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Gubernuran dan Kantor DPRD Provinsi Jambi, Senin (06/02/2012) di kawasan Komplek Perkantoran Gubernuran, Telanaipura, Kota Jambi.

Aksi demonstrasi para jurnalis ini, terkait pelaksanaan puncak kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-27 tahun 2012 di Kota Jambi ‘Tanah Pilih Pesako Betuah’ yang rencananya akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, pada Kamis mendatang, 9 Februari tahun ini.

Para pengunjuk rasa, yang rata-rata para pekerja kuli tinta dari berbagai mass media nasional maupun dan lokal memulai aksinya di depan bundaran air mancur depan alun-alun Kantor Gubernuran di Telanaipura, Kota Jambi. Seraya menyerukan yel-yel untuk kebebasan pers dan kemerdekaan insan pers di ‘Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah’ ini.

Pengunjuk rasa, juga meminta kepada Gubernur Jambi Hasan Basri Agus untuk tidak mendiskriminasikan seluruh insan pers di Jambi dalam pelaksanaan kegiatan HPN tahun 2012 kali ini. “Hapuskan diskriminasi terhadap pers di Jambi. Tolak, dan stop politisasi terhadap pers. Gubernur (Hasan Basri Agus) jangan ‘bunuh’ independensi pers di Jambi,” seru salah sorang pengunjuk rasa dalam orasinya.

Sebelum melakukan aksi longmarch menuju kantor gubernuran dengan menggotong sebuah keranda mayat sebagai matinya kemerdekaan pers di Jambi, serta sebuah replika rumah-rumahan dari kayu, yang bertuliskan “Rumah Wartawan’ menuju ke tempat Gubernur Jambi Hasan Basri Agus berkantor setiap harinya.

Sekitar kurang lebih 93 orang jurnalis maupun wartawan dan wartawati yang berasal dari berbagai mass media terbitan nasional dan lokal itu. Mereka mengumandangkan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ disertai orasi-orasi tuntutan sikap seraya menyerukan yel-yel untuk kebebasan pers dan kemerdekaan insan pers di ‘Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah’ ini. Agar seluruh insan pers di Jambi, kata pendemo, untuk lebih merdeka dan tidak didiskriminasikan sekaligus dipolitisasi oleh sekelompok golongan dan kelompok tertentu, tegas pendemo lagi.

Para pengunjuk rasa yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada gubernur meminta kejelasan tranparansi penggunaan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan Hari Pers Nasional tahun 2012 di Kota Jambi ini. Ketika itu, gubernur tidak berhasil ditemui dengan alasan karena Gubernur Hasan Basri Agus tidak berada di Jambi sedang ada urusan dinas luar di Jakarta.

Namun para pengunjuk rasa tidak berkecil hati, pihak Pemerintah Provinsi Jambi yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Pemerintahan, Fauzi Syam berjanji untuk menyampaikannya kepada gubernur dan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jambi, Syahrasaddin yang juga Ketua Panitia Pelaksana Daerah untuk kegiatan HPN ke-27 tahun 2012 di Kota Jambi.

Saat didesak oleh pendemo untuk menjelaskan perincian penggunaan anggaran pelaksanaan HPN ke-27 tahun 2012 ini, lagi-lagi Fauzi Syam tidak mampu menjelaskannya dan dia berjanji untuk menyampaikan segala aspirasi tersebut kepada Gubernur Hasan Basri Agus dan Sekdaprov, Syahrasaddin apabila keduanya sudah kembali ke Jambi dari Jakarta.

“Untuk yang itu (perincian anggaran pelaksanaan HPN tahun 2012), saya terus terang tidak tau persis. Anggaran APBN dikelola oleh PWI Pusat, dan APBD serta dana dari pihak ketiga oleh PWI daerah. Tapi saya janji, akan menyampaikan semua aspirasi rekan-rekan semuanya kepada gubernur dan sekda, jika setibanya dari Jakarta,” janjinya.

Pada kesempatan itu juga, secara simbolis, para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wartawan Jambi menyerahkan sebuah replika sebuah rumah-rumahan yang bertuliskan ‘Rumah Wartawan’ kepada Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Pemerintahan, Fauzi Syam, yang juga merupakan bagian dari isi tuntutan sikap para pendemo karena dinilai oleh para pendemo sebagai sebuah indikasi gratifikasi tindak pidana korupsi pada kegiatan HPN ke-27 kali ini, yang diberikan oleh Pemeritah Provinsi Jambi kepada salah satu organisasi pers di Jambi, yakni PWI (Persatuan Wartawan Indonesia).

Usai menyerahkan replika ‘Rumah Wartawan’ buatan dari kayu, sebagai simbolis matinya kemerdekaan pers di Jambi ini. Para pendemo melakukan aksinya kembali ke gedung DPRD Provinsi Jambi untuk menyampaikan tuntutannya kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi, Effendi Hatta beserta unsur pimpinan dewan lainnya.

Akan tetapi, maksud dan tujuan para pengunjuk rasa tersebut untuk bertemu pimpinan dewan gagal. Para pengunjuk rasa hanya diwakili oleh Wakil Ketua Komisi 1 Bidang Pemerintahan DPRD Provinsi Jambi, Chumaidi Zaidi dari Fraksi PDIP serta didampingi dari pihak pemerintah daerah yang dwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdaprov Jambi, Kailani dan Kepala Satpol PP Pemprov Jambi, Asnawi.

Sama halnya dengan penyerahan simbolis oleh pendemo sebuah replika rumah-rumahan untuk wartawan kepada Fauzi Syam. Pihak pengunjuk rasa juga menyerahkan hal serupa kepada pimpinan DPRD Provinsi Jambi, yang diterima oleh Chumaidi Zaidi, sebagai tanda simbolis agar pimpinan dewan untuk membatalkan pemberian rumah bagi wartawan, seperti tuntutan pendemo.

Tetap dengan tuntutan sikapnya. Saat itu juga, seperti yang disarankan oleh Chumaidi Zaidi agar para pendemo untuk menyampaikan surat resmi kepada pimpinan dewan akhirnya pihak FKWJ menyampaikan surat resmi kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi, Effendi Hatta untuk mendesak agar pimpinan dewan dan Komisi 1 DPRD Provinsi Jambi memfasilitasi pertemuan antara FKWJ dan Pemerintah Provinsi Jambi, dalam hal ini Ketua Panitia Pelaksa Daerah HPN 2012 selambat-lambatnya sebelum acara puncak Hari Pers Nasional pada 9 Februari ini, terkait meminta kejelasan tranparansi penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN dan APBD, serta dana-dana yang bersumber dari pihak ketiga lainnya pelaksanaan HPN ke-27 yang digelar di Kota Jambi tahun 2012 ini.

Dalam rilis persnya yang berhasil diperoleh berita21.com, untuk diketahui adapun isi tuntutan para pendemo, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wartawan Jambi (FKWJ) kepada Gubernur Jambi Hasan Basri Agus pada pelaksanaan Hari Pers Nasional ke-27 tahun 2012 di Kota Jambi ini, terdapat 11 tuntutan sikap yaitu; Hapuskan diskriminasi terhadap pers; Meminta kejelasan rincian anggaran untuk kegiatan HPN 2012; Meminta kejelasan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Meminta kejelasan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD); Meminta kejelasan anggaran yang bersumber dari pihak ketiga; Tolak monopoli kegiatan HPN oleh PWI; Batalkan bantuan rumah untuk wartawan sebanyak 100 unit; Kembalikan tanah milik Pemda Provinsi Jambi yang telah disewakan kepada PWI; Batalkan peresmian perpustakaan pers; dan Hapuskan slogan ‘JAMBI EMAS’ di Tugu Pers.

Dimana tugu pers tersebut, berada di Kawasan Murni, Kelurahan Murni, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, demikian isi tuntutan sikapnya, seperti yang disampaikan dalam pers rilisnya kepada wartawan.

Afrizal/B21
Iklan