Pengeluaran Boros, Panpel PSIS Diganti


Pengeluaran terlalu besar yang terjadi pada setiap pertandingan home PSIS di stadion Jatidiri menjadi pemicu ditunjuknya Teguh Widodo menjadi pelaksana lapangan Panpel pertandingan PSIS Semarang VS Persepar Palangkaraya, Jumat (17/2) besok.

Hal ini disampaikan oleh wakil konsorsium Warsa Susila kepada wartawan usai mengadakan pertemuan dengan Panpel lama John Charles Sinaga, Panpel Baru Teguh Widodo dan Direktur Operasional Novel Al Bakrie serta perwakilan suporter, di GOR Jatidiri, Rabu (15/2). “Dari hasil audit yang kami lakukan, kami menemukan adanya ketidak beresan di panpel PSIS,” terangnya.

Ketidak beresan itu, terang Warsa, adalah sangat tingginya biaya Panpel untuk menggelar pertandingan kandang PSIS di Jatidiri. Dan jika itu dibandingkan biaya panpel tim lain, selisihnya sangat banyak.  Untuk biaya panpel PSIS dalam sekali pertandingan menghabiskan dana hingga Rp 100 juta.

“Angka tersebut jauh dari panpel di tempat lain. Panpel Arema Malang (IPL) yang sama-sama dibawah naungan Ancora hanya habis sekitar Rp 40 juta. Di Jogja juga  sekitar Rp 40 juta. Dan di Blora hanya sekitar Rp 27 juta,” katanya.

Dengan penunjukkan Teguh Widodo ini diharapkan, kinerja Panpel PSIS bisa lebih baik dan juga mampu menekan anggaran panpel. Dan jika memang nantinya, Teguh Widodo ini tidak bisa melakukan perubahan, maka sangat mungkin dia juga tidak akan dipakai lagi sebagai panpel PSIS di laga-laga selanjutnya.

“Ya kalau nanti dia tidak bisa menekan pengeluaran, ya maka kita akan mencari panpel lain lagi. Prinsip perusahaan adalah selalu berusaha untuk bisa menekan pengeluaran anggaran,” katanya.

Kholis/B21

One thought on “Pengeluaran Boros, Panpel PSIS Diganti

Komentar ditutup.