SDN Sindangsari Terancam Dibongkar pemborong


CIANJUR – Berita21.com: Belum juga selesai pembangunannya, satu lokasi ruang kelas baru (RKB) SDN Sindangsari, Desa Simpang, Kec. Takokak, Kab. Cianjur, terancam dibongkar. Pasalnya, pihak pemborong bangunan yang mendapatkan sub pekerjaan dari pihak rekanan CV Trikarsa belum dibayar. Seharusnya pekerjaan itu selesai pada akhir tahun 2011 silam.

“Saya sudah 16 hari berada di Cianjur, untuk mencari rekanan yang memberikan pekerjaan kepada saya. Pihak rekanan hanya berjanji akan membayar pekerjaan saya, tapi hanya janji,” kata Yudi Farid (41) pemborong pembangunan RKB SDN Sindangsari, Kamis (17/2).

Dia mengaku kesal, karena saat ini terus dikejar-kejar utang. Sementara uang yang diharapkan dibayar dari pihak rekanan CV Trikarsa tidak kunjung dibayar.

“Saya mau pulang ke Takokak malu kalau sampai tidak bawa uang, tapi kalau kondisinya seperti ini apa boleh buat. Paling saya akan bongkar kembali bangunan RKB yang saya kerjakan. Barang yang masih bisa dijual akan saya jual, daripada saya dikejar-kejar utang,” katanya.

Pemborong tersebut mengaku mendapatkan borongan pekerjaan senilai Rp 80 juta dari nilai proyek Rp 147 juta. Sedangkan di SDN Sindangsari Takokak mendapatkan borongan pekerjaan senilai 70 juta dari nilai proyek Rp 104 juta.

Sementara itu Direktur CV Trikarsa, Budi Subagiono saat akan dikonfirmasi tidak bisa dihubungi. Demikian juga saat ditelpon ke ponselnya, juga tidak aktif. Demikian juga saat akan dikonfirmasi persoalan tersebut ke Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, juga tidak ada satu pun pejabat yang mau memberikan keterangan.

Ketua Komisi III DPRD Cianjur, Rudi Syahdiar Hidajath mengatakan, pihak rekanan yang mensubkan pekerjaanya harus bertanggung jawab. Karena tindakannya dengan tidak membayar pekerja yang melaksanakan pekerjaannya itu, apa pun alasannya tidak bisa dibenarkan.

Pedi/Epul/B21
Iklan