Cianjur Akan Dijadikan Prioritas Pengembangan Koperasi dan UKM


CIANJUR – Berita21.com: Kabupaten Cianjur akan dijadikan prioritas dalam pengembangan koperasi dan usaha kecil dan menengah (KUKM). Hal tersebut didasarkan atas prestasi Kabupaten Cianjur sendiri yang turut serta membantu pemerintah pusat dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

Demikian diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Syarifudin Hasan saat menghadiri kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad, sekaligus, pembukaan Pasar Rakyat dan Pasar Mikro, di Pesantren Darul Hasan, Cijedil, Cugenang, Minggu (19/2).

“Dari 12 persen target yang kita tetapkan pada 2014, Cianjur sudah menyumbang sekitar delapan persennya. Tidak hanya itu, saya melihat pertumbuhan ekonomi, terutama di bidang koperasi dan UKM di Cianjur maju pesat. Sehingga, tidak salah rasanya jika Cianjur dijadikan prioritas pengembangan ekonomi,” ujarnya.

Akan tetapi, kata Hasan, untuk menjadikan Kab. Cianjur sebagai prioritas, Pemkab Cianjur harus memperhatikan sarana pendukung dari kemajuan ekonomi, salah satunya infrastruktur jalan. Syarifudin menilai, infrastruktur di Cianjur masih banyak perlu perbaikan.

“Kalau kondisi infrastrukturnya baik, Cianjur bisa jadi daerah percontohan. Selama ini, meski terbilang bagus, karena kondisi infrastrukturnya kurang menunjang, menjadikan Cianjur kalah dengan kabupaten lainnya,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh. Ia mengatakan, saat ini Pemkab Cianjur tengah fokus pada pengembangan para pelaku usaha mikro, menengah, serta koperasi sebagai pelaku utama dalam perekonomian.

“Pasalnya, kalau dibina dan diberikan pelatihan secara terus menerus dan tepat sasaran, para pelaku koperasi serta UKM dapat menjadi pondasi dalam mewujudkan Cianjur Sejahtera,” katanya.

Tjetjep menuturkan melalui dinas terkait telah memberikan bantuan modal kepada 68, bantuan sarana kepada 195 pelaku UKM, bantuan pelatihan kepada 20 koperasi dan 100 UKM.

“Tidak hanya itu, kami juga memberikan bantuan untuk kelompok tani sebanyak 20 kelompok dan perekrutan sarjana pendamping sebanyak 20 orang. Total anggaran bantuan yang kita berikan sekitar Rp2,8 miliar,” katanya.

Saat ini, kata Tjetjep, di Kab. Cianjur tercatat ada sekitar 1.293 koperasi, 62.000 UKM dan 500.000 usaha mikro serta usaha rumah tangga, yang termasuk di dalamnya sekitar 300.000 kepala keluarga miskin

Pedi/Epul/B21
Iklan