Gubernur Meminta Ahmadiyah Taati SKB Tiga Menteri


CIANJUR – Berita21.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta jamaah Ahmadiyah untuk mentaati Surat Keputusan Bersama tiga menteri dan Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat mengenai Ahmadiyah.

Pasalnya, tindakan perusakan masjid Nurhidayah Masjid milik Jamaah Ahmadiyah, di Kampung Cisaar, Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kab. Cianjur dipicu karena mereka tidak mentaati SKB tiga menteri.

“Meskipun tindakan perusakan juga tidak dibenarkan karena hal tersebut sudah merupakan tindak kriminal. Apapun yang namanya pelanggaran kekerasan, dari pihak manapun, kepada siapapun, dimana saja itu pelanggaran hukum. Yah tentu saya akan meminta pihak Kepolisian untuk mengusut secara hukum,” ucapnya, Minggu (19/2).

Heryawan meminta Kepolisian Cianjur mengusut tuntas perusakan masjid milik Jemaat Ahmadiyah yang dirusak oleh sekelompok massa. “Agar tidak terualang kasus tersebut harus diusut secara tuntas. Sedagkan dari pihak Ahmadiyah kami minta untuk mentaati SKB tiga menteri dan Pergub Jabar tentang Ahmadiyah,” katanya.

Sementara itu, hingga saat ini Kepolisian Cianjur belum menetapkan tersangka dalam kasus perusakan Masjid Nur Hidayah tersebut, meski beberapa orang yang diduga melakukan perusakan sudah diamankan. Namun, status mereka masih merupakan saksi.

Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Agustri Heriyanto mengatakan status tersangka belum ditetapkan, karena masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, pihaknya telah mengantongi sedikitnya 12 orang yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

“Tersangka belum, tapi yang mengarah ke sana ada. Meski kemarin mereka mendatangi Mapolres dan mengakui perbuatan serta bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, kita masih mendalaminya dan masih terus melakukan pemeriksaan. Pelaku merupakan warga sekitar masjid,” ujarnya.

Tidak hanya pelaku perusakan, kata Agustri, pihaknya juga berencana akan memanggil dari pihak Ahmadiyah. Pasalnya, peristiwa tersebut terjadi diduga dipicu pelanggaran yang dilakukan oleh Jamaah Ahmadiyah sendiri.

“Ya, kita juga akan panggil dari pihak Ahmadiyahnya. Terutama, terkait dengan pernyataan di media yang menyebutkan, tidak ada kegiatan selama delapan bulan ke belakang. Kita cari tahu kebenarannya seperti apa,” tuturnya kepada berita21.com

Pedi/Epul/B21
Iklan