Produsen Arang Kayu Tradisional di Usia Senja


CIANJUR – Berita21.com: Abah Idim (77) meski sudah usia senja, abah sapaan akrabnya masih bertahan memproduksi arang kayu di sebuah kebun bambu di desa ciharashas kecamatan cilaku cianjur.

Saat ditemui di tempat produksi arang kayu. Abah menuturkan bahwa dia sudah hampir 40 tahun produksi arang.

“Capek ya pasti capek, Tapi ini mata pencaharian saya,”tuturnya, sambil mengipas-ngipas api menggunakan topinya.

Abah yang dibantu 2 anak buah ini biasa menjual hasil produksi arangnya ke pandai besi di sekitar cilaku dan cianjur,bahkan beliau sudah mempunyai langganan selama 40 tahun. Arang kayu yang dibuat abah berasal dari kayu asem yang abah beli per pohon dengan harga Rp. 300 ribu.

Dari hasil wawanca dengan Abah Idim, dari 2 pohon asem bisa menghasilkan arang antara 500 kilogram – 650 kilogram yang abah jual dengan harga Rp 3000 rupiah, arang kayu abah dibuat dengan cara tradisional, yaitu menutup kayu yang telah ditumpuk rapih dengan tanah dan rumput serta bambu-bambu untuk menahan kayu agar rapih kemudian dibakar dari bagian bawah,agar hasilnya bagus tidak boleh ada api yang keluar dari tumpukan kayu dan di diamkan selama 10 hari.

Ketika ditanya tentang, apakah dari hasil penjual arang ini bisa menutupi pengeluarannya sehari-hari, abah menjawab “ ya kalau ditanya cukup mah,gak cukup soalnya kan 10 hari sekali bikin arangnya,apalagi modal buat beli bahan arangnya abah gak ada,modal abah cuman cukup 2 pohon . jadi masih kurang buat nutupi pengeluaran sehari-hari, abah gak berani minjam sama PNPM soalnya bunganya gak rata” jawabnya.

“ Arang buatan abah ini kualitasnya bagus pak, saya udah langganan sama abah ini dari tahun 80-an,saya kalau ditawarin arang kayu sama produsen lain saya tolak,soalnya selain kualitas bagus saya juga ingin bantu abah” tutur Ikin (35) pandai besi langganan abah yang kebetulan sedang melihat-lihat produksi arang kayu.

Pedi/Epul/B21
Iklan

2 thoughts on “Produsen Arang Kayu Tradisional di Usia Senja

Komentar ditutup.