Ironis, Cekdam 18 Tahun Tidak Berijin


SEMARANG-Berita21:Bangunan Cekdam seluas 18,5 hektar yang terletak di desa Wonosekar dan Margo Ayu Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak yang dibangun pada tahun 1984 yang lalu ternyata sampai sekarang belum seijin pemilik tanah, dalam hal ini Perhutani Unit I Jawa Tengah. Hal ini terungkap setelah pengerukan yang dilakukan Pemkab Demak digagalkan oleh Perhutani

Kepala Unit I Perum Perhutani Jawa Tengah Teguh Hadi Siswanto mengungkapkan hal tersebut usai mengikuti dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Jawa Tengah yang juga diikuti unsur dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Dinas PSDA dan Pemerintah Kabupaten Demak. “Dari catatan kami cekdam tersebut belum ada ijin dari Kementerian Kehutanan, padahal sudah dibangun sejak tahun 1984,” ungkapnya.

Mengingat pentingnya fungsi cekdam sebagai pengendali banjir dan konservasi lahan, tambah Teguh, pihak BBWS dan Pemkab Demak diminta segera mengajukan permohonan ijin penggunaan lahan tersebut ke Menteri Kehutanan, Dengan terlebih dahulu memperoleh rekomendasi dari Gubernur Jawa Tengah.

Sementara itu Assisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Pemkab Demak, Eko Pringgolaksito menyatakan pihaknya siap untuk melengkapi berbagai persyaratan untuk pemanfaatan lahan cek dam tersebut mengingat fungsi cekdam tersebut sangat besar. Namun menurutnya, berdasar kewenangan itu bukan berada di pundak Pemkab. Oleh karenana itu pihaknya meminta Pemprov Jateng mengambil alih masalah ini melalui dinas Kehutanan. “Kalau pemkab yang diberi kewenangan kami siap, bahkan kami juga sudah menyiapkan lahan penggantinya,” terangnya.

Eko menambahkan, optimalisasi dua cekdam tersebut nantinya mampu memenuhi kebutuhan pengairan pada ribuan hektar sawah di daerah Demak kawasan Selatan. Bahkan menurutnya, penggunaan cekdam itu nantinya disiapkan untuk mengendalikan banjir yang sering melanda kecamatan Karangawen dan sebagian kecamatan Guntur saaat musim hujan tiba.

“Saat ini cekdam itu kan dipenuhi gulma, jadi harus dinormalisasi, dikeruk. Masyarakat kawasan selatan kan juga butuh air baku, kebetulan disana ada potensinya dengan dibangun cekdam itu, kenapa tidak dimanfaatkan,”pungkasnya.

Kholis/B21

 

Iklan