Media Massa Jateng Tidak Ekstrim


SEMARANG-Berita21: Media Massa di Jawa Tengah dalam mensikapi sebuah kasus tidak se ekstrim media media yang berada di daerah lain. Insan pers di Jawa Tengah seringkali ewuh pakewuh dengan nara sumbernya yang kebetulan sedang terlilit sebuah kasus.

Contoh paling baru adalah “perseteruan” antara Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dengan Walikota Surakarta Joko Widodo dalam masalah mobil esemka.

“Perseteruan itu dimuat landai landai saja oleh media media yang terbit di Jawa Tengah. Tapi tidak demikian yang terjadi dengan media media Jakarta. Peristiwa itu menjadi sasaran empuk, seperti yang terjadi di Koran Tempo misalnya,” ungkap Dosen Komunikasi Undip Triyono Lukmantoro dalam diskusi Forum Wartawan Pemprov DPRD Jateng, Kamis (23/2) di Banaran Coffee Bawen.

Budaya ewuh pakewuh ini, kata Triyono, merupakan tipikal orang Jawa asli sehingga terbawa pada sifat tulisan yang tersaji pada media media yang terbit di provinsi yang berada di tengah pulau Jawa ini. Dosen berambut gondrong ini kawatir media massa yang antara lain berfungsi sebagai media pengawas (watcdog) bisa berubah menjadi media yang lunak yang selalu menurut kata tuannya (lapdog).

Lebih lanjut Triyono mengharapkan agar insan pers dapat berperan se ideal mungkin dengan berpegang pada Undang undang nomor 40/99 Tentang Pers, sehingga fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial dapat berjalan dengan baik. “Pers bahkan dikenal sebagai pilar ke empat dalam demokrasi kita, ini bisa terjadi kalau setiap insan pers paham akan fungsinya yang harus memberikan informasi demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan nara sumber atau pemilik media,” jelasnya.

Munculnya konglomerasi media belakangan ini, sorot Triyono, sangat menghawatirkan bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Integrasi secara vertikal dan horizontal dirasa mengganggu kepentingan masyarakat secara luas, dan menguntungkan salah satu golongan. Apalagi kalau pemilik media massa tersebut merupakan petinggi partai politik.

Diskusi yang mengambil tema peran pers dalam mencapai keberhasilan pembangunan di Jawa Tengah ini dilaksanakan oleh FWPJT bekerjasama dengan Biro Humas Pemprov Jawa Tengah, menampilkan pembicara Ketua PWI Jateng Hendro Basuki, Dosen Komunikasi Undip Triyono Lukmantoro dan Ketua FWPJT Haryanto.

Kholis/B21
Iklan