Inilah Dasar Hukum Putra Mahkota Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi


Teka-teki, siapakah sebenarnya putra mahkota Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi, yang sampai saat ini ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat di ‘Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah’ ini, akhirnya terjawab.

Kicauan Raden Iskandar HK Bin Raden Hasan Basri Bin Raden Inu Kertopati gelar Pangeran Prabu di dalam akun facebook miliknya, Iskandar membeberkan sosok seorang putra mahkota Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi (pelestarian) berdasarkan Penetapan oleh Musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Agama Jambi, Nomor.18/Pdt.P/2008/PA.Jb, tertanggal 19 Mei 2008, yang diketuai oleh Mahmuddin Rasyid MH, serta dua orang hakim anggota lainnya, yaitu Muhammad DJ dan Mahmud Fauzi, ditambah seorang panitera pengganti, Yusran Marpaung.

Majelis Hakim Pengadilan Agama Jambi menetapkan bahwa Raden Abdurrachman Bin Raden Dja’far Kertopati gelar Pangeran Mudo, adalah keturunan sah dari garis keturunan Raja Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi, dari garis lurus keturunan Sultan Thaha Syaifuddin Gelar Pangeran Jayaningrat dengan Permaisuri Ratu Chalijah gelar Ratu Anom Kesumo Ningrat sebagai Ahli Waris dan Penerima Waris tahta pelestarian Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi sekarang.

Diungkapkan Pangeran Prabu Iskandar HK, posisi Raden Abdurrachman Bin Raden Dja’far Kertopati gelar Pangeran Mudo diperkuat lagi berdasarkan dokumen ‘Surat Wasiat’ milik ayah kandungnya yaitu Raden Hasan Basri Bin Raden Inu Kertopati Bin Sultan Thaha Syaifuddin pada 1989. Yakni satu tahun, sebelum Raden Hasan Basri wafat pada 1990 lalu, Iskandar menerangkan bahwa ayah kandungnya sudah mempersiapkan sebuah surat wasiat yang menerangkan sosok putra mahkota keturunan pewaris tahta kesultanan yang sebenarnya.

Menurut Pangeran Prabu, surat wasiat tersebut menyatakan bahwa apabila kelak seluruh keluarga besar dan keturunan Sultan Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi, yaitu Sultan Thaha Syaifuddin, yang juga telah ditetapkan oleh pemerintah RI sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor.079/TK/1977 ini, serta segenap unsur pemerintah daerah Provinsi Jambi di dalam memutuskan dan menentukan sikap, siapa yang berhak sebagai ahli waris dan penerima waris tahta Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi sebagai Sultan Jambi, untuk meneruskan tongkat estafet kesultanan maupun Sultan Jambi Pelestarian, yaitu Raden Abdurrachman Bin Raden Ja’far Kertopati gelar Pangeran Mudo. Yang rencananya, pada 18 Maret 2012 mendatang segera digelar acara prosesi adat agung kesultanan untuk penobatannya sebagai Sultan Jambi yang sah beserta permaisuri, Ratu Mas Siti Aisah Bin Raden Haji Usman Yasin gelar Ratu Aisah Kusumo Ningrat diruang Ball Room Hotel Novita, Pasar Jambi. Dipastikan seluruh keluarga besar anak cucu dan cicit Sultan Thaha Syaifuddin di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi serta keluarga kerabat kesultanan di negeri jiran Malaysia, turut hadir dalam perhelatan prosesi adat agung Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi ini.

Lebih jauh lagi, Raden Iskandar mengatakan, sosok Raden Hasan Basri, yang juga ayah kandungnya ini, merupakan keturunan dari istri kedua Raden Inu Kertopati bernama Ratu Mas Maznah, yang berasal dari Tanjung Pasir, Kecamatan Danau Teluk Seberang Kota Jambi sekarang, dan merupakan anak jantan pertama pada saat Raden Ja’far Kertopati meninggal dunia pada 1964.

Sementara sosok Raden Abdurrachman Bin Raden Dja’far Kertopati Bin Raden Inu Kertopati Bin Sultan Thaha Syaifuddin ketika itu masih berumur 9 tahun, saat ayahnya wafat. Sehingga perwalian sementara, tambah Iskandar, diambil alih oleh ayahandanya Raden Iskandar Bin Raden Hasan Basri Bin Raden Inu Kertopati sebagai probowali sekaligus isterinya Teuku Asyifah sebagai probosekso, yang juga masih mempunyai darah keturunan Sultan Deli, Medan, Sumatera Utara.

Kemudian masih diceritakan Iskandar, ketika Raden Abdurrachman sudah dewasa, papar Pangeran Prabu, maka perwalian probowali dan probosekso dikembalikan kembali kepada Raden Abdurrachman setelah beliau berumur 17 tahun. Lalu seterusnya, sebut Iskandar, dia berhak sepenuhnya sebagai ahli waris dan penerima waris Sultan Thaha Syaifuddin serta mempunyai kewajiban mengurus waris, pelestarian budaya Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi dan seluruh keluarga besar Sultan Thaha Syaifuddin, dimanapun berada.

“Pada saat Raden Ja’far Kertopati meninggal dunia tahun 1964. Raden Abdurrachman bin Raden Dja’far Kertopati bin Raden Inu Kertopati bin Sultan Thaha Syaifuddin masih berumur 9 tahun. Perwalian sementara diambil alih oleh Raden Hasan Basri, dan pada saat Raden Abdurrachman dewasa maka perwalian probowali dan probosekso dikembalikan kembali kepada Raden Abdurrachman pada saat dewasa.

Dan seterusnya, berhak sepenuhnya sebagai Ahli Waris dan Penerima Waris Sultan Thaha Syaifuddin dan mempunyai kewajiban mengurus waris, pelestarian budaya Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi, dan kepada seluruh keluarga besar Sultan Thaha Syaifuddin,” tuturnya.

Kembali dikatakan Raden Iskandar, eksistensi Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi sudah diakui secara nasional dengan bergabungnya ‘Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi pelestarian’ dalam Forum Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan Indonesia (AKKI) pada acara Festival Keraton Nusantara VII di Kesultanan Palembang Darussalam, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, pada 28 Novmber 2010.

Sekaligus juga, sambung Pangeran Prabu lagi, telah dikukuhkannya Sultan Jambi, Sultan Abdurrachman Thaha Syaifuddin oleh Presiden AKKI saat ini, yaitu Sultan Sri Iskandar Mahmud Badaruddin, yang juga Sultan Kesultanan Palembang Darussalam. Kegiatan selanjutnya, Sultan Jambi, Sultan Abdurrachman Thaha Syaifuddin ikut menghadiri acara Silaturrahmi Nasional Raja dan Sultan se-Nusantara, 25-26 November 2011 di Hotel Savoy Homan, Bandung, Jawa Barat yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, Boediono, demikian urainya.

Afrizal/B21

3 thoughts on “Inilah Dasar Hukum Putra Mahkota Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi

  1. saya bergelar sultan pandan keturunan pangeran nadjamudin bin sultan thoha yg menikah degan putri ulak lebar – baturaja – oku -sumsel…. bagi yang mengetahui silsilah keturunan sultan thoha tlg info kebenarannya

  2. Uyut uti saya masih keturunan Sultan Thaha…uyut uti saya bernama Ratumas Rakayah anak dari Ratumas Hamidah-Pangeran Ismail, uyut uti Ratumas Rakayah menikah dengan Raden Soekardi Mertowijoyo….mudah2an saya dapat informasinya

Komentar ditutup.