Kejati Jabar Panggil Sekda Cianjur


CIANJUR– BERITA21.COM: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Bachruddin Ali terkait dugaan korupsi nonurusan kegiatan kepala daerah di Kabupaten Cianjur 2007-2010 sebesar Rp 7,5 miliar. Pemeriksaan tersebut dilaksanakan pada Rabu (7/3/12) di ruang penyidik lantai 4 Gedung Kejati Jawa Barat, Jalan L.L.R.E. Martadinata, Kota Bandung.

Pemeriksaan kepada Bachruddin Ali baru kali dilakukan penyidik, dalam kasus ini Bachruddin statusnya sebagai saksi, penyidik memulai pemeriksaan kepada Bachruddin sekitar pukul 8.30 WIB. Hingga pukul 16.00 WIB, Bachruddin belum tampak keluar dari ruang pemeriksaan.

“Kami memanggil Sekda Cianjur untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi nonurusan kegiatan kepala daerah yang sedang kita sidik. Keterangan yang ia berikan dalam pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk proses penyidikan. Sebagai Sekda kan dia pasti tahu kemana dana itu mengalir. Karena secara mekanisme pencairan dana nonurusan ini adanya di sekda,” ujar Fadil kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu.

Meski demikian, Fadil belum bisa memastikan peran Bachruddin dalam kasus tersebut. Hal itu akan bisa ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyidikan yang dilakukan penyidik Kejati Jawa Barat.

Saat ditanya mengenai penetapan tersangka kepada Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, Fadil tidak menjelaskannya. Namun, berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan kepada saksi yang pernah dimintai keterangan, sudah jelas adanya peran aktif dari bupati dalam perkara ini.

Untuk penetapan tersangka pada bupati cianjur hal itu diserahkan kepada Kepala Kejati Jawa Barat, Yuswa Kusumah yang mempunyai kewenangan dalam kebijakan tersebut. Hal tersebut merupakan salah satu SOP (prosedur standar operasional).

Pedi/Epul/B21.com
Iklan