Sejumlah Penggilingan Padi Kesulitan Pasokan Solar


CIANJUR-Berita21.com.- Sejumlah penggilingan padi di Kabupaten Cianjur merasakan kesulitan mendapatkan BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis solar. Pasalnya, sejak dikeluarkannya surat edaran di sejumlah SPBU yang melarang industri kecil membeli BBM dalam jumlah banyak, mereka kini susah memenuhi kebutuhan BBM.

“Kalau mau beli di SPBU harus dapat surat rekomendasi dari Dinas Pertanian setempat. Saat ini kami masih menggunakan sisa solar yang sempat dibeli sebelum surat edaran ada,” ucap salah seorang pemilik penggilingan padi, H. Zenal (38) di Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Rabu (14/3).

Zenal mengaku aktivitas penggilingan semakin menurun dan sepi karena keterbatasan pasokan solar. Ia bahkan tidak tahu lagi jika persedian solarnya habis. “Paling kami tutup sementara. Mau bagaimana lagi, susah nyari solar. Mau minta surat rekomendasi dari dinas juga dipersulit,” katanya.

Dalam sehari Abdul menghabiskan rata-rata 20 liter solar untuk menggiling sekitar lebih dari 20 karung gabah besar. “Jika tidak beli di SPBU mana ada penjual eceran yang bisa dibeli sehari 20 liter,” ucapnya.

Hal itu juga di rasakan oleh pemiliki penggilingan di daerah karang tengah dan warungkondang, apalagi saat ini hampir semua wilayah di cianjur panen padi menurut salah seorang pemilik penggilingan di karang tengah hal ini sangat menyulitkan bagi kami apalagi ada yang menjual solar eceran dengan harga jauh di atas SPBU

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Cianjur, Sudrajat Laksana menuturkan surat edaran yang dikeluarkan dari pusat memang ditujukan untuk menghindari penimbunan BBM. “Oleh karena itu, jika para industri kecil khususnya pengilingan padi harus minta surat rekomendasi dari dinas dulu,” katanya.

Sudrajat mengatakan tidak pernah mempersulit memberikan surat rekomendasi bagi para penggiling padi jika memang usaha penggilingan dalam survey nya memang ada kegiatan dan aktif. “Kami juga diminta waspada dan hati-hati memberikan rekomendasi untuk menghindari aksi penimbunan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sudrajat menuturkan dampak kenaikan harga BBM di sektor pertanian mulai dikeluhkan. Tidak hanya oleh para pemilik penggilingan padi namun juga oleh petani.

“Makanya kami dalam minggu ini akan melakukan rapat untuk membahas apa yang dapat masing-masing dinas lakukan untuk membantu masyarakat khususnya petani yang juga terkena dampak kenaikan harga BBM ini,” katanya.

Pedi/Epul/B21.Com
Iklan