Mengejutkan, Pekalongan Rawan Peredaran Narkoba


SEMARANG-berita21.com: Ungkapan mengejutkan datang dari Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Sutarmono, SH, MSi tentang peredaran narkotika di Jawa Tengah. Menurut data yang dimiliki BNN, Kota Pekalongan termasuk daerah merah peredaran narkoba.

“Pekalongan kami awasi ketat, karena mempunyai potensi yang tinggi. Apalagi kemarin rutan di Pekalongan mendapat kiriman narapidana dari Jakarta yang saat kami periksa ternyata ada sejumlah yang positif,” kata Sutarmono, di Gedung Berlian DPRD Jateng, Rabu (21/3).

Selain Pekalongan, daerah merah peredaran narkoba lainnya adalah Kota Semarang, Tegal, Jepara, Solo, Banyumas dan Cilacap. Daerah daerah tersebut memiliki potensi yang besar dalam peredaran narkoba. Hal ini disebabkan menjamurnya sarana hiburan seperti diskotik, karaoke maupun hiburan malam lain yang sering menjadi ajang bertemunya pengedar dan pemakai narkoba.

Yang cukup mengkhawatirkan lagi menurutnya, dari total penduduk Jawa Tengah sekitar 33 juta orang, sekitar 493.533 orang atau sekitar 2,11 persen warga Jateng tercatat sebagai pengguna narkoba. Tingkat penggunaan narkoba di Jateng jauh melebihi angka nasional yang hanya sekitar 1,0 persen. Dari jumlah tersebut menurutnya, hanya sekitar 1002 orang yang mampu tertampung dan direhabilitasi di 46 tempat rehabilitasi narkoba di provinsi ini.

Hal ini disebabkan jumlah tempat rehabilitasi yang sangat terbatas. Dengan kondisi ini menurutnya, sekitar 492.531 pengguna narkoba tak tertangani dan lepas dari pengawasan. Dan mereka menurutnya menjadi sasaran empuk bandar maupun pengedar narkoba.

Sutarmono berharap dalam waktu dekat fasilitas yang dapat dipergunakan untuk merehabilitasi korban narkoba agar diperbanyak. Program yang mampu memulihkan kondisi para korban juga perlu terus ditingkatkan. Jangan sampai menurutnya ada pengguna narkoba yang setelah menjalani hukuman di lembaga pemasyaraktan (LP), begitu keluar malah menjadi bandar.

“Dari hasil penelitian yang kami lakukan, sebagian besar pengguna narkoba adalah lulusan SMA, perguruan tinggi dan pekerja swasta. Maka dari itu rencana aksi BNN di 2012 ini menurutnya adalah melakukan sosialisasi yang gencar terhadap dunia pendidikan dan kalangan pekerja,” terangnya.

Selain itu ia juga mengatakan, BNN juga meningkatkan kerjasama dengan aparat kepolisian untuk menjaring dan menangkap pelaku, pengedar dan bandar narkoba. Sedangkan untuk mencegah masuknya barang terlarang tersebut, BNN juga memasang alat deteksi narkoba di berbagai pintu masuk, seperti di bandara dan pelabuhan. Di bandara menurutnya, alat deteksi khusus tersebut dioperasikan oleh petugas Custom Bea Cukai.

Kholis/B21.Com
Iklan

One thought on “Mengejutkan, Pekalongan Rawan Peredaran Narkoba

Komentar ditutup.