Target Pendaftar Program Magang ke Jepang, Tidak Tercapai


Jambi – Berita21.Com: Target minimal 200 orang lebih calon peserta program pemagangan kerja keluar negeri, ke Negeri ‘Matahari Terbit’ Jepang selama 3 tahun, yang kini sedang dilaksanakan oleh pihak Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemerintah Provinsi Jambi sampai batas akhir pendaftaran ditutup, 31 Maret ini, jumlahnya hanya mencapai 100 orang lebih di tahun 2012.

Diungkapkan Kepala Dinsosnakertrans Pemerintah Provinsi Jambi, HA. Harris AB, melalui Kepala Bidang Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Produktivitas pada Kantor Dinsosnakertrans Pemerintah Provinsi Jambi, Yendri, menurutnya sejak pembukaan pendaftaran program pemagangan ke Jepang tersebut pada medio Februari 2012 sampai dengan batas akhir penutupan 31 Maret 2012, justru calon peserta asal Jambi yang mendaftar hanya mencapai 100 orang lebih.

“Sampai batas akhir pendaftaran, tanggal 31 Maret ini, justru yang mendaftar, hanya 100 orang lebih, dari 200 orang yang kita targetkan,” ujar Yendri kepada berita21.com, ketika ditemui diruang kerjanyanya, Senin siang (02/04/2012) di Kantor Dinsosnakertrans Pemerintah Provinsi Jambi, Jalan A. Thalib No 45, Telanaipura, Kota Jambi.

Ditambahkan Yendri, lebih kurang 100 orang calon peserta yang sudah mendaftar program pemagangan ke Jepang di Sekretariat ‘Three in One’ Kantor Balai Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (BPTT) pada Dinsosnakertrans Pemerintah Provinsi Jambi segera diseleksi langsung oleh tim dari Jepang itu sendiri, yang akan segera tiba di Kota Jambi dalam waktu dekat ini.

Tahapan seleksi bagi seluruh calon peserta program pemagangan ke Jepang di 2012 ini, kata Yendri sangat ketat sekali karena akan diuji kompetensinya tentang sejauhmana pengetahuan mereka tentang wawasan budaya dan bahasa Jepang yang dikuasai oleh para calon saat ditempatkan selama tiga tahun di ‘Negeri Sakura’ tersebut.

“Para pengujinya, langsung dari orang Jepang itu sendiri. Tim dari Jepang itu, akan datang langsung ke Jambi, dan melihat sampai sejauhmana kemampuan penguasaan wawasan dan pengetahuan tentang budaya dan bahasa Jepang, yang dimiliki oleh masing-masing calon tersebut,” paparnya.

Namun yang harus dipahami dengan baik oleh para calon peserta yang telah lulus mengikuti program magang ke Jepang tersebut, saran Yendri, mereka harus mentaati segala peraturan dan ketentuan yang sudah disepakati saat mengikuti seleksi program magang ini.

“Jangan lari, pindah atau berkerja di perusahaan saat magang, dan indisipliner (tidak disiplin). Bahkan cuti pun, kalo ada berita tentang orang tuanya yang sakit parah atau meninggal dunia, itu pun tidak bisa. Jika itu dilanggarnya, akan diputus langsung kontraknya dan dikenakan sanksi sesuai kesepakatan yang mereka buat,” urainya menyebutkan.

Kembali ditegaskannya, dalam setiap tahapan seleksi untuk Program Magang ke Jepang kali ini, pihaknya tidak bisa ikut campur. Hanya saja, sambung Yendri, pihaknya hanya mempersiapkan sumber daya manusianya dan urusan yang lainnya, yakni program pelatihan yang akan diikuti oleh seluruh calon peserta selama 2 bulan di Jakarta. Hingga jelang keberangkatannya ke Jepang, urusan tersebut diserahkan kepada pihak swasta untuk melaksanakannya, yaitu Lembaga Daewa Kencana -yang dikelola oleh para alumni asal Jambi yang pernah magang ke Jepang angkatan tahun 2002 dan 2004.

“Lembaga Daewa Kencana ini, adalah para alumni Jambi yang pernah magang ke Jepang, angkatan tahun 2002 dan 2004. Dipimpin oleh Djikwan, yang alamat kantornya di Jalan Haji Ibrahim, Kota Baru (Kota Jambi),” demikian sebutnya.

Afrizal/B21.Com