Program Samisake 2012 Berubah Pola


Program Samisake (Satu Milyar Satu Kecamatan), sebagai program unggulan pemda Provinsi Jambi dibawah kepemimpinan Gubernur Jambi saat ini, Hasan Basri Agus selama lima tahun periodesasi pemerintahannya 2011-2015. Untuk 2012 ini, mulai menunjukkan adanya perubahan pada pola mekanisme penyaluran dana dalam pelaksanaannya.

Yang semula, Program Samisake itu pada 2011 menjadi urusan kewenangan pemda Provinsi Jambi. Namun di 2012 ini, diungkapkan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi Ansori, melalui Kepala UPTB pada Kantor Bappeda Pemerintah Provinsi Jambi, Riswandi, ketika menjawab kepada berita21.com diruang kerjanya, Selasa siang (03/04/2012), Telanaipura, Kota Jambi.

Riswandi menyebutkan, pelaksanaan program ‘Satu Milyar Satu Kecamatan’ (Samisake) tersebut, mekanisme pendanaannya bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Pemerintah Provinsi Jambi tahun anggaran 2012. Dananya diserahkan langsung kepada pemda kabupaten dan kota, melalui ‘Dana Transfer Khusus Program Samisake’ ke rekening masing-masing milik pemda kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, minus Kota Jambi. “Dimana seluruh kecamatan yang ada dalam wilayah Kota Jambi, telah memperoleh Program Samisake di 2011 lalu,” ujarnya.

Diceritakan Riswandi seraya menambahkan, menurutnya Program Samisake pada 2011, telah berjalan dengan baik walaupun ada kendala-kendala teknis dilapangan namun bisa teratasi. Adapun Program Samisake pada 2011 itu, kata Riswandi, yakni mencakup, program bedah rumah, sertifikat gratis, pemberian beasiswa pendidikan mulai jenjang tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi, program Jamkesmasdaprov (Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah Provinsi), penguatan modal bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) bagi KK (kepala keluarga) miskin di seluruh wilayah Provinsi Jambi, bantuan kendaraan roda enam maupun kendaraan roda tiga untuk angkutan sampah di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, serta bantuan honorarium bagi 356 petugas PPL (petugas penyuluh lapangan) perbulannya.

Terkait dengan Program Jamkesmasdaprov ini, tambah Riswandi, pemda Provinsi Jambi, dalam hal ini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jambi berkerja sama dengan PT Askes (Persero) untuk penyalurannya.

“Dinas Kesehatan sebagai leading sector, dan PT Askes yang menyalurkannya. Bagi keluarga miskin, mereka diberikan kartu kepersertaan untuk Program Jamkesmasdaprov, sesuai proses pengidentifikasian oleh petugas surveyor kita. Kemudian data dari surveyor itu, diolah oleh PT Askes. Dan, diperoleh sebanyak kurang lebih 52.000 pemegang Kartu Kepesertaan program Jamkesmasdaprov pada 2011 lalu,” paparnya.

Selain itu, bantuan pemberian dana beasiswa pendidikan pada Program Samisake di 2011, jelas Riswandi lagi, totalnya mencapai Rp.5 Miliar lebih, dengan total penerima seluruhnya berjumlah 7.042 orang, untuk semua jenjang tingkatan, mulai SD sampai perguruan tinggi.

Riswandi kembali merinci, bantuan dana beasiswa bagi 7.042 orang itu, sesuai jenjang tingkatannya masing-masing, yaitu SD memperoleh Rp.650.000, SLTP sebesar Rp.750.000, SLTA menerima Rp.850.000, dan mahasiswa/mahasiswi di perguruan tinggi mendapat dana beasiswa pendidikan sebesar Rp.1,5 juta. “SD seluruhnya 2.772 siswa/siswi. SLTP sebanyak 1.632 siswa/siswi. SLTA 535 siswasiswi, dan perguruan tinggi sebanyak 103 mahasiswa/mahasiswi,” sebutnya.

Terkait pemberian dana beasiswa pendidikan pada Program Samisake pada 2012 ini, ungkap Riswandi lagi, pemda Provinsi Jambi memberikan biaya anggaran maksimal untuk masing-masing penerima di setiap jenjang tingkatan pendidikan, mulai SD sampai perguruan tinggi.

“Anggarannya naik, dan ada perubahan untuk biaya anggaran beasiswanya, maksimal untuk SD memperoleh Rp.750.000, SLTP sebesar Rp.1 juta, SLTA menerima Rp.1,5 juta, dan perguruan tinggi mendapat dana beasiswa sebesar Rp.3 juta.” terangnya.

Lebih lanjut, masih sebut Riswandi pada pelaksanaan Program Samisake di 2011, untuk ‘Bedah Rumah’ sumber dananya berasal dari DIPA APBD Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Jambi.

Dana bedah rumah tersebut, tambahnya, dikelola dan dilaksanakan oleh Korem 042/GAPU Jambi yang berasal dari APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2011, dengan total anggaran sebesar Rp.23.396.700.000, untuk 2.802 unit rumah. Dengan rincian, kata Riswandi, setiap unit rumah sebesar Rp.7.448.991/unit rumah, yang mencakup biaya material, upah kerja dan dipotong pajak senilai Rp.910.909.

“Sasaran dalam program ‘Bedah Rumah Samisake’ ini, berdasarkan data penerima BLT (Bantuan Langsung Tunai) pada 2006. Data dari Badan Pusat Statistik penerima BLT itu, jumlahnya mencapai 34.180, atau mengutip istilah Bapak Gubernur yaitu, BAIBO(34180),” bebernya.

Afrizal/B21.com

One thought on “Program Samisake 2012 Berubah Pola

Komentar ditutup.