Pemberantasan Buta Huruf Lampaui Target Unesco


SEMARANG-Berita21.Com. Target yang dicanangkan lembaga pendidikan dan kebudayaan internasional (Unesco) tentang batas minimal penyandang buta huruf di Indonesia, telah sukses dipenuhi sebelum tiba waktunya.“Sebagai anggota Unesco, Indonesia ditarget menyisakan 5 persen penyandang buta huruf hingga tahun 2015. Namun Indonesia saat ini sudah melampaui batas yakni dibawah 5 persen sehingga diharapkan 2015 justru sudah terbebas dari buta huruf,” ungkap Kepala P2PNFI Regional II Semarang dalam acara Workshop Jurnalistik Dasar di Hotel Pandanaran Semarang, Rabu (18/4/2012).

Selain masalah buta huruf, lanjutnya, Indonesia juga dikenai ketentuan internasional agar menyelenggarakan pendidikan usia dini (PAUD) hingga tahun 2015 menyisakan 10 persen dari jumlah anak usia dini.

“Polecy international ini menjadi penguat bagi kita keluarga besar P2PNFI untuk lebih maksimal menjalankan tugas pendidikan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dijelaskan, diantara program P2PNFI adalah meningkatkan layanan pendidikan agar, khususnya pendidikan informal, dapat terlindungi dan terjamin hak serta kualitasnya.

Untuk mencapai itu semua, lanjutnya, masyarakat harus dapat mengakses sekaligus mendapat layanan pendidikan secara merata baik dalam usia dini maupun di pendidikan dasar.

“Setelah mencapai tahapan peningkatan layanan, pendidikan diarahkan pada peningkatan akses dengan membekali keterampilan,” ujar H Ade.

Mim/B21.Com