PT JII Dan BPMIGAS Akan Bangun Kilang Gas di Betara, Jambi


Jambi-Berita21.Com: PT Jambi Indoguna Internasional (PT JII), yang merupakan salah satu perusahaan plat merah, perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi milik Pemerintah Daerah Provinsi Jambi, pada awal Mei 2012 yang akan datang ini, akan memulai kontrak dengan BPMIGAS Pusat (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi) untuk membangun kilang gas di lokasi Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Dimana diperkirakan pembangunan kilang gas tersebut, segera berproduksi di tahun 2013 mendatang, untuk kebutuhan pasokan listrik dan LPG (Liquefied Petroleum Gas) bagi keperluan masyarakat di seluruh wilayah ‘Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah’ selama 7 tahun ini, sejak 2013-2020. Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama PT Jambi Indoguna Internasional, Petrie Ramli kepada berita21.com, diruang kerjanya, Kamis siang (26/04/2014) di Telanaipura, Kota Jambi.

“Mudah-mudahan awal Mei (2012) ini, kita segera teken kontrak dengan BPMIGAS untuk bangun kilang gas yang segera berproduksi pada 2013 yang akan datang,”

Ditambahkan Petrie, kilang gas yang dibangun tersebut benar-benar diperuntukkan bagi kebutuhan dan keperluan seluruh masyarakat di wilayah Provinsi Jambi selama 7 tahun, yaitu 2013-2020, terutama sekali untuk kebutuhan pasokan listrik sebesar 15 megawatt dan kebutuhan LPG lokal, yang jumlahnya mencapai 150 ton per hari.

“Untuk pasokan listrik, kilang gas yang kita bangun dengan menggunakan 2 turbin PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) di Betara (Kabupaten Tanjung Barat) untuk kapasitas produksi mencapai 15 megawatt, atau 15 juta watt. Atau bila kita asumsikan untuk 1 KK (kepala keluarga) saja butuh 900 watt. Maka, bisa anda bayangkan berapa banyak yang bisa kita penuhi pasokan listrik untuk kebutuhan rakyat Jambi.

Sedangkan LPG mampu memproduksi sebesar 150 ton per hari. Kita di Jambi ini saja, sudah sangat over (berlebih) bahwa kebutuhan LPG untuk Jambi sendiri saja, diperlukan LPG sebanyak 80 ton per hari. Dan data ini sewaktu-waktu bisa berubah. Itu yang saya tau,“ paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Petrie Ramli, yang juga salah seorang pengusaha jasa pariwisata ini, menurutnya untuk menggolkan usahanya tersebut, pihaknya bekerja sama dengan PT Bumi Jambi Energi (PT BJE) dengan nilai investasi sebesar US$ 50 juta, atau jika dirupiahkan nilainya mencapai Rp 450 milyar, bebernya.

Diakuinya, tahun ini pihaknya akan mengelola gas untuk kebutuhan lokal, yang diperoleh dari sumur gas di wilayah Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang volume gasnya mencapai 14,5 mmscfd. Untuk memproduksi listrik tersebut, tambah Petrie, perlu 2 turbin di PLTG Betara ini, sehingga menghasilkan listrik sebesar 15 megawatt dan LPG sebanyak 150 ton per hari.

“Dimana 1 mmscfd itu, sebanyak 1 juta kubik. Jika volume gasnya mencapai 14,5 mmscfd, yakni sekitar 14 juta kubik lebih. Dan gas yang dihasilkan tersebut benar-benar untuk kebutuhan seluruh masyarakat di sembilan kabupaten dan dua kota yang ada dalam wilayah Provinsi Jambi. Disamping untuk kebutuhan pasokan listrik lokal, juga memproduksi kebutuhan LPG untuk rakyat Jambi,” demikian sebutnya.

Afrizal/B21