April 2012, Perkembangan Nilai Tukar Petani di Provinsi Jambi 92,68


Jambi-Berita21.Com: Perkembangan Nlai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada April 2012 sebesar 92,68. Dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Akhmad Jaelani dalam konferensi persnya kepada wartawan, Selasa (01/05/2012) di Aula Kantor BPS Provinsi Jambi, Telanaipura, Kota Jambi. Ia menyebutkan, NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase), sekaligus merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaaan.

Dipaparkan Akhmad Jaleni, menurutnya NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di sembilan kabupaten di Provinsi Jambi pada Maret 2012. NTP Provinsi Jambi turun sebesar 0,33 persen. Dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 92,92 menjadi 92,68 pada April 2012.

Hal ini, tambah Jaelani, disebabkan kenaikkan indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil dari kenaikkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian. April 2012, NTP subsektor Tanaman Pangan dan subsektor Hortikulutura turun masing-masing sebesar 1,17 persen dan 0,93 persen. Kenaikkan NTP terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,25 persen, subsektor Peternakan sebesar 0,50 persen dan subsektor Perikanan sebesar 0,31 persen.

Pada April 2012, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 90,13 untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P); 88,49 untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H); 95,06 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr); 98,90 untuk Subsektor Peternakan (NTP-Pt); 90,19 untuk Subsektor Perikanan (NTP-Pi).

“NTP Provinsi Jambi tercatat sebesar 92,68, atau turun sebesar 0,33 persen dibanding bulan sebelumnya (Maret 2012),” imbuh Jaleni menerangkan.

Ditambahkannya, rendahnya NTP pada April 2012 disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (perubahan harga produksi pertanian) lebih kecil dari kenaikkan pada indeks harga yang dibayar petani (baik perubahan harga pada pengeluaran biaya produksi maupun barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga).

Tingkat inflasi pedesaan pada April 2012, jelas Akhmad Jaelani, yakni sebesar 0,23 persen. “Inflasi terjadi pada kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, kelompok sandang, kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga. Sedangkan pada kelompok perumahan dan kelompok transportasi dan komunikasi terjadi deflasi,” tuturnya.

Dapat dirincikan, papar Jaelani, angka inflasi/deflasi di wilayah pedesaan dalam Provinsi Jambi pada April 2012 jika dilihat menurut kelompok pengeluaran, inflasi terjadi pada lima kelompok pengeluaran, meliputi kelompok bahan makanan sebesar 0,15 persen, kelompok makanan jadi sebesar 0,96 persen, kelompok sandang sebesar 0,05 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,30 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada kelompok perumahan sebesar 0,01 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,20 persen. “Laju inflasi tahun kalender (Januari-April 20120 sebesar 1,43 persen, sedangkan laju inflasi year on year (April 2012 terhadap April 2011) sebesar 4,61 persen,” demikian sebutnya.

Afrizal/B21.Com