Investor Jateng Park Diminta Mundur


Minimnya investasi yang disiapkan PT Bhotan Rahardjo Propertindo untuk membangun Taman Wisata Jawa Tengah (Jateng Park) dinilai tidak akan mampu mewujudkan taman wisata sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu daripada asal asalan pihak investor diminta mundur guna memberi kesempatan investor lain yang memiliki dana lebih.

Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah Yahya Haryoko menilai investasi yang disiapkan PT Bhotan sebagaimana dilaporkan kepada Gubernur Jawa Tengah dan Menteri Kehutanan sebesar Rp. 90 Miliar untuk membangun kawasan wisata seluas 500 hektar terlalu sedikit. “Investasi sejumlah itu terlalu sedikit, kami kawatir pembangunan tidak sesuai harapan. Saya yakin Menteri juga akan menolak. Menurut saya lebih baik mundur aja,” ungkapnya, ketika dihubungi Sabtu (5/5).

Untuk membangun lahan seluas itu, menurut Yahya, paling tidak memerlukan investasi sebesar Rp. 500 miliar. PT Bhotan diminta legowo guna memberi kesempatan investor lain, mengingat saat ini sudah ada beberapa investor yang menyiapkan investasi lebih besar, namun Yahya belum bersedia menyebutkan siapa calon investor tersebut.

Pada kesempatan lain Gubernur jawa Tengah  Bibit Waluyo juga menilai, dana yang disiapkan PT Bhotan masih jauh dari yang diharapkan. Namun Bibit mengharapkan jika akhirnya Menteri Kehutanan menyetujui proyek ini, dana Rp. 90 miliar bisa digunakan untuk projek awal dan selanjutnya dikerjasamakan dengan investor lain.

” Itu hanya untuk proyek awal saja, selanjutnya bisa dikerjasamakan dengan investor lain. Tentu saja kalau disetujui menhut,”  katanya.

Kholis/B21