Pemeriksaan Novita Dimanfaatkan Lawan Politik


SEMARANG-berita21.com: Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Novita Wijayanti mengakui kalau Kamis (3/5) kemarin diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Novita diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi dengan tersangka Ketua DPRD Jawa Tengah Murdoko yang disangka melakukan korupsi dana APBD Kabupaten Kendal Tahun 2003. Berita Pemeriksaan tersebut dimanfaatkan oleh lawan politik untuk menjatuhkan perempuan yang akan maju dalam Pilbup Cilacap September 2012 mendatang.

Imbas kampanye hitam yang dilakukan lawan politik dengan memanfaatkan isu pemeriksaan di KPK dirasa Novita cukup mengganggu dan dirasakan sampai ke grassroot. Masyarakat dibuat tidak tenang dengan pola kampanye yang menjelek jelekkan dirinya.  “Berita tersebut difoto copy dan disebarkan ke rumah rumah penduduk untuk menjatuhkan saya. menjelang pilkada, ke depan pasti akan banyak isu isu lagi yang dibuat untuk merusak citra baik saya di masyarakat,” ungkap Novita kepada wartawan yang menemui di Gedung Berlian, Senin (7/5).

Novita menilai, cara cara yang digunakan dengan kampanye hitam merupakan pola kampanye tidak sehat dan tidak akan dibalas dengan cara yang sama. Dia yakin masyarakat bisa menilai sendiri mana yang benar dan tidak dan dirinya bertekad akan fokus pada kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Saya mohon doa restunya dan berharap masyarakat tetap kondusif  serta tercapai cita cita untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Pemeriksaan yang dilakukan KPK merupakan pengembangan atas kesaksian yang dilakukan terhadap beberapa orang yang diperiksa sebelumnya. Dari informasi yang diperoleh, kata Novita, muncul kesaksian yang menyatakan bahwa ada wanita cantik yang sempat menarik dana di Bank. Berdasarkan kesaksian tersebut KPK melakukan klarifikasi terhadap dirinya.

“Saya ditanya perihal wanita cantik yang mencairkan dana di Bank, saya jawab bahwa tahun 2003 saya sedang hamil dan masih tinggal di Cilacap. Saya juga bilang, kan banyak wanita cantik di Semarang,” ungkapnya.

Lebih lanjut politisi muda yang juga menjadi Ketua KNPI Jawa Tengah tersebut mengemukakan, karena kasus yang menimpa ketua DPRD Jateng  sama sekali tidak diketahui dan melibatkan dirinya, maka pemeriksaan hanya berjalan sebentar dan tidak berkembang ke pertanyaan lainnya.

Kholis/B21