Bagi Hasil Cukai Tembakau Akan Direvisi


SEMARANG-Berita21.Com. Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Ir M Wasiman menegaskan tekadnya akan meninjau kembali aturan pengalokasian bagi hasil cukai tembakau di Jawa Tengah.

Selama ini pembagiannya dinilai tidak adil karena daerah yang bukan penghasil tembakau secara umum justru mendapatkan lebih dari daerah penghasil tembakau.

“Ini tidak adil. Karena itu kami akan berusaha untuk meninjau kembali pembagain bagi hasil cukai tembakau di Jawa Tengah,” ungkap Wasiman dalam seminar bertema Optimailisasi Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Untuk Pembangunan Pertanian di Unwahas, Kamis (10/5/2012).

Dalam seminar yang dinarasumberi Prof Maksum Machfudz (LPPNU PBNU), Dr Noor Achmad (Rektor Unwahas), Ir M. Wasiman (Ketua Komisi B DPRD Jateng), Andi Najmi SH MH ((LPBH PBNU), Ir Endang Ratnasari M.Si (Disbun Jateng), Wasiman menambahkan seharusnya bagi hasil cukai tembakau itu dialokasikan ke daerah produsen tembakau seperti Temanggung, Wonosobo dan sebagainya.

Namun kenyataannya justru daerah-daerah yang tidak menghasilkan tembakau juga mendapatkan bagian bahkan prosentasenya lebih banyak.

Pendapat itu dikuatkan pembicara dari Dinas Perkebunan Jawa Tengah Ir Endang Ratnasasri M.Si . Bahkan instansi-instansi di pemeritah provinsi, tambah Endang, juga banyak yang memperoleh hasil cukai tembakau.

Berdasarkan anggaran murni 2012, Disperindag Jateng mendapat perolehan tertinggi yakni Rp. 19 miliar, diikuti Disbun Jateng Rp. 16.5 miliar, Dinkes Jateng Rp 12 miliar, Disnakertrans Jateng Rp. 5 miliar, dan lain-lain.

“Ini menunjukkan bahwa pendistribusian bagi hasil cukai tembakau ini layak ditinjau kembali,” ungkap Endang.
Sementara itu Andi Najmi Fuadi hanya meminta agar pengalokasian dana bagi hasil cukai tembakau itu benar-benar sampai kepada masyarakat petani tembakau.

“Sebenarnya merekalah yang lebih berhak menerima karena untuk meningkatkan kualitas tembakau itu sendiri. La kalau penerimaannya saja tersendat-sendat, prosesnya susah, ini kan sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Mim/Berita21.Com