Ditemukan Soal UN Yang membingungkan


SEMARANG-berita21.com: Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) baru saja selesai dilaksanakan untuk semua jenjang pendidikan. UN SD/MI/SDLB selesai dilaksanakan Rabu (9/5) kemarin. Secara umum UN berjalan lancar, namun masih ditemukan beberapa kesalahan cetak pada lembar soal yang membuat siswa bingung.

Salah satu contoh ditemukannya soal Bahasa Indonesia yang terdapat pertanyaan bersambung, namun setelah diamati ternyata soal tersebut tidak ada kaitannya. “Soal nomor 41 dan 42 merupakan pertanyaan bersambung, namun soal soal tersebut tidak bisa dikaitkan dengan pertanyaan sebelumnya,” ungkap Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah Mahmud Mahfud disela sela pantauan UN di MI Azaz Islam Kalibening Kota Salatiga.

Kesalahan cetak pada soal Bahasa Indonesia ini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan setempat dan soal tersebut akhirnya dianggap tidak ada agar tidak memberatkan siswa. Kesalahan kecil juga ditemukan pada pelaksanaan hari sebelumnya, dimana dalam amplop lembar jawaban ditemukan jumlah nya tidak sama dengan yang tertera di deskripsi sampul amplop sehingga kurang sebanyak 17 lembar. Namun kesalahan ini dapat diselesaikan dengan mengambil lembar jawab soal lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Salatiga Drs Susanto yang mendampingi Komisi E DPRD Jawa Tengah menambahkan, beberapa permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan UN di Salatiga dapat diselesaikan di tingkat sekolah dan belum perlu melibatkan pihak lain. Hal ini menandakan permasalahan tersebut sifatnya masih kecil dan tidak terlalu mengganggu jalannya UN. “Tidak ada persoalan yang berarti, kalau ada bisa diselesaikan ditingkat sekolah,” ungkapnya.

Peserta UN tingkat SD/MI/SDLB di Kota Salatiga, tambah Susanto, diikuti sebanyak 2785 siswa dan hanya satu siswa yang absen karena sakit typus. Siswa tersebut masih diberi kesempatan mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan satu minggu setelah UN SD ini selesai.

Sementara itu pemantau UN dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan layanan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Drs Sugiman mengatakan, pelaksanaan UN di Jawa Tengah berjalan dengan baik dan tidak ditemukan kendala yang berarti. Kendala yang cukup berat justru ditemukan di DIY, dimana soal untuk siswa tuna netra tidak disediakan dalam bentuk braille. “Pengawas akhirnya membacakan soal bagi mereka, siswa merasa kesulitan mendeskripsikan soal. Pengerjaan soal yang sedianya dialokasikan waktu 120 menit akhirnya ditambah menjadi 240 menit. Itupun siswa masih kesulitan,” jelasnya.

Kholis/B21