Mengenal Pesawat Sukhoi Super Jet 100


Ramai diberitakan, pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang mengalami kecelakaan di daerah Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, ketika uji coba terbang (joy flight), lepas landas (take off) dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta TimurRabu siang (09/05/2012) pukul 14.00 wib dan hilang kontak sejak pukul 14.33 wib saat berada 10.000 kaki atau sekitar 3 kilometer di angkasa, sampai berita ini diturunkan terus dilakukan pencarian terhadap para korban, bahkan peristiwa kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 ini pun menjadi berita hangat di tanah air bahkan di negera asal pembuatan Sukhoi di Rusia dan dunia.

Pesawat komersial terbaru buatan Rusia ini, berencana akan melakukan promosi untuk dijual kepada beberapa maskapai penerbangan di Indonesia. Akan tetapi, saat uji coba terbang pertama kalinya di Indonesia, justru nasib naas menimpa pesawat tersebut, yang membawa kurang lebih 46 orang itu, di daerah kawasan Gunung Salak, Bogor.

Untuk mengenal lebih jauh lagi, berikut ini spesifikasi dan teknologi terlengkap yang dimiliki pesawat Sukhoi Super Jet 100, atau disingkat SSJ100, yang merupakan pesawat terbaru untuk penerbangan komersil buatan Rusia, dan mendapat kelayakan terbang oleh Eropa dan Rusia.

Adapun spesifikasi mesin pesawat Sukhoi Super Jet 100, atau biasa disingkat SSJ100 ini, didukung dengan mesin SaM146 Turbofan terbaru, dan dikembangkan oleh PowerJet ini, merupakan satu-satunya jenis pesawat komersial yang dibuat oleh Sukhoi, perusahaan raksasa industri penerbangan Rusia.

Dari segi kapasitas pesawat ini, dibagi menjadi dua jenis, masing-masing kapasitas, untuk 70 orang dan 98 orang. Sementara jarak tempuh yang dapat dicapai oleh pesawat SSJ100 untuk kapasitas 98 kursi ini, yakni sejauh 3.279 kilometer, dan 4.620 kilometer untuk versi Super Jet 100-95LR.

Kecepatan maksimal pesawat SSJ100, yang diproduksi pada 2007 itu, yaitu 0,81 mach (992,29 kilometer per jam) dengan ketinggian terbang maksimum 12,5 kilometer. Sedangkan berat maksimum yang dapat ditahan ketika lepas landas (take off) yakni 38,8 ton. 35 ton saat mendarat, dan berat kosong 9,13 ton.

Pesawat terbang komersial Sukhoi SSJ100 buatan Rusia terbaru ini, telah melakukan terbang perdana pada 19 Mei 2008, memiliki dimensi panjang 26,44 meter, tinggi 10,283 meter, dan lebar sayap 27,80 meter.

Pesawat Sukhoi ini, dikendalikan oleh dua orang pilot (pilot dan co-pilot), dengan membutuhkan landasan dengan lebar sepanjang 1,803 kilometer untuk terbang.

Khusus untuk desain interior dalam kabin pesawat SSJ100 ini, meliputi kelas bisnis, terdiri dari empat kursi dalam satu baris dan kelas ekonomi, terdiri dari lima kursi dalam satu baris. Sedangkan dimensi lebar kabin pesawat, yaitu 127,48 inci (3,22 meter), ketinggian kabin 2,12 meter, dan jarak lebar antar kursi, yakni 18,21 inci (0,47 meter).

Pesawat Sukhoi Super Jet 100 juga, mempunyai spesifikasi dan teknologi yang memiliki sistem kontrol elektronik ‘fly-by-wire’ yang dapat menambah dan mengurangi untuk pendaratan. Selain sistem rem, sebagai kestabilan pesawat ketika menahan berat.

Sukhoi SSJ100 sangat penting bagi Rusia, untuk menjadi pemimpin dalam industri penerbangan modern di dunia. Sekaligus, pembuatan pesawat ini juga ingin mengubah penilaian publik dunia terhadap hasil industri penerbangan Rusia, yang selama ini sangat miring, terkait dengan sejumlah kecelakaan pesawat terbang yang dimilikinya. Pesawat Sukhoi Super Jet 100, merupakan pesawat dengan jarak tempuh menengah, dan merupakan rival dari produsen pesawat terbang sejenis, seperti Embraer (Brasil) dan Bombardier (Kanada).

Proses pengembangan pesawat SSJ100 milik Sukhoi ini, memakan biaya hingga US$ 1,4 miliar, atau sekitar Rp 12,6 triliun, dan tampaknya bakal mendulang emas bagi pembuatnya, yakni Sukhoi. Hingga saat ini, tercatat 8 pesawat Sukhoi Super Jet 100 ini, telah dikirim ke pemesannya dari 240 pesanan yang diterima. 2 diantaranya, perusahaan maskapai penerbangan di Indonesia, yakni Kartika Arlines, yang memesan 30 pesawat dan Sky Aviation 12 pesawat.

Pesawat Sukhoi Super Jet 100 atau SSJ100 milik Rusia ini, telah melakukan penerbangan komersial untuk pertama kalinya pada 21 April 2011 oleh Armavia (perusahaan penerbangan di Armenia. Menyusul kemudian, Aeroflot (perusahaan penerbangan di Rusia) pada tahun yang sama. Proyek Sukhoi Super Jet 100 ini sendiri, merupakan kerja sama ‘Sukhoi’ dengan ‘Alenia Aeronautica’ yakni sebuah perusahaan penerbangan Italia, yang merupakan anak perusahaan raksasa industri penerbangan pertahanan, Finmeccanica.

(Diolah dari berbagai sumber)

Afrizal/B21