Analisis Media tentang Kecelakaan Sukhoi Super Jet 100, Bukan Kebenaran Hanya Opini


Media dalam kurun waktu 4 hari ini, secara intensif menayangkan tragedi jatuhnya Pesawat Sukhoi Super Jet 100 di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (09/05/2012) lalu.

Berbagai narasumber dihadirkan untuk membahas permasalahan ini. Beda stasiun televisi, beda pula narasumbernya. Banyaknya narasumber yang dihadirkan oleh stasiun televisi yang berbeda, tentunya menghadirkan informasi yang berbeda pula. Kondisi tersebut membuat bingung masyarakat sebagai pemirsa untuk mengetahui apa yang sesunguhnya menjadi penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100, atau biasa disebut SSJ100 milik perusahaan Sukhoi, Rusia ini di wilayah Gunung Salak tersebut.

Mestinya yang harus dipahami, bahwa media bukanlah lembaga pengkajian, bukanlah lembaga penelitian, dan juga bukan pula tim investigasi sehingga tidak bisa menyimpulkan, apalagi memutuskan apa yang sesungguhnya menjadi penyebab tragedi pesawat SSJ100 di Gunung Salak.

Alangkah bijaknya lagi, jika Media hanya menayangkan fakta yang ada, dan tidak melakukan diskusi-diskusi yang dapat membentuk opini publik, yang belum tentu kebenarannya. Karena apabila analisisnya salah, akan menyesatkan masyarakat sebagai pemirsa yang menyaksikan diskusi itu di televisi. Biarlah KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi) Indonesia bekerja, biarlah mereka melakukan investigasi untuk mencari penyebab jatuhnya Sukhoi Super Jet 100 di wilayah Gunung Salak.

Jika tidak memiliki data yang akurat dan narasumber yang kompeten, sebaiknya Media tidak perlu melakukan analisis-analisis. Serahkan saja investigasi terhadap jatuhnya SSJ100 pada ahlinya, yang lebih formal. Diskusi tanpa penelitian yang lebih mendalam hanya akan menghasilkan opini. Jika tidak dijelas secara tepat, antara kebenaran empiris dengan opini, maka masyarakat akan sulit membedakan mana yang opini mana yang fakta. Ini menyesatkan, karena masyarakat sering tidak sadar batas fakta dan opini, namun seringkali mereka menjadikan opini sebagai kebenaran, dan atas dasar itu lantas menghakimi siapa yang salah.

Media tugasnya adalah mengabarkan, memberitakan, menginformasikan fakta di lapangan, bukan menyampaikan opini yang mengaburkan dengan fakta yang riil terjadi. Dalam kasus musibah jatuhnya SSJ100, Media selayaknya tidak membuat kesimpulan sendiri tentang penyebab jatuhnya Sukhoi di wilayah Gunung Salak. Serahkanlah kepada Tim dari KNKT Indonesia, sebagai lembaga investigasi resmi pemerintah untuk bekerja. Kita tunggu hasil kerja KNKT, dengan tidak menyimpulkan apapun penyebab jatuhnya Sukhoi Super Jet 100, sebelum ada hasil investigasi resmi.

(Penulis artikel ini, disampaikan oleh Kuncoro Toro, dikutip dari situs resmi milik Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, seskab.go.id).

Afrizal/B21