Kantor Bahasa Soroti Maraknya Penggunaan Istilah Nama dan Bahasa Asing Media Luar Ruang di Kota Jambi


Jambi, Berita21.com – Bahasa menunjukkan jati diri, dan harga diri suatu bangsa. Demikian juga dengan Bahasa Indonesia, sebagai jati diri dan harga diri seluruh bangsa dan rakyat Indonesia.

Makin banyaknya penggunaan bahasa asing di wilayah Provinsi Jambi khususnya, seperti yang banyak terjadi di wilayah Kota Jambi sebagai wajah ibukota Provinsi Jambi ini, mulai terjadi pengikisan Bahasa Indonesia di rumahnya sendiri, seperti banyaknya penggunaan nama, bahasa dan istilah asing di berbagai media luar ruang, seperti iklan/reklame, pusat-pusat perbelanjaan seperti WTC Batang Hari, Jambi Town Square dan masih banyak lagi yang lainnya, gedung-gedung dan kantor milik swasta, sampai yang terkecil sekalipun, yakni usaha dan jasa milik masyarakat misalnya salon, warung makan, tambal ban, perbaikan bengkel kendaraan, baik itu kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat, serta lainnya.

Demikian kesimpulan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Yon Adlis, melalui Kepala Tata Usaha Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Yarmalus ketika diminta komentarnya menjawab berita21.com, Rabu siang (16/05/2012) di Kota Jambi.

Dikatakan Yarmalus, pihaknya, dalam hal ini Kantor Bahasa Provinsi Jambi hingga sekarang tetap fokus mensosialisasikan sekaligus memasyarakatkan penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik itu di tingkat kalangan tenaga pendidik maupun anak didik dan pelajar, serta dilingkungan pemerintahan.

“Kantor Bahasa Provinsi Jambi selalu memasyarakatkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik itu di kalangan pendidik maupun di kalangan siswa dan siswi. Demikian juga di kalangan pemerintahan,” imbuhnya.

Disinggung soal penggunaan Bahasa Indonesia ditengah masyarakat Indonesia termasuk di wilayah Jambi yang semakin lama semakin terkikis dengan banyaknya penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, tambah Yarmalus, diakuinya hal tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Provinsi Jambi namun juga banyak terjadi di wilayah lainnya, mulai Sabang sampai Papua.

“Memang demikian yang terjadi, dan hal itu tidak hanya terjadi di Jambi saja, tapi juga terjadi di wilayah lainnya, dari Sabang sampai Papua. Kita juga turut prihatin, jika ada aturan yang lebih terperinci dan tersendiri yang dibuat oleh Pemerintah Pusat tentang Undang-undang Bahasa, tentunya pemerintah daerah akan berbuat serupa dalam bentuk aturan perda yang sifatnya mengikat, baik aturan hukumnya dan sanksinya yang dapat dikenakan kepada siapapun apabila tidak menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar,” papar Yarmalus menjelaskan.

Lebih lanjut, ditegaskan Yarmalus, siapapun untuk mempelajari bahasa asing tidak masalah malah justru disarankannya setiap orang Indonesia mesti mengusai dan mempelajari bahasa asing, seperti Bahasa China atau Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, Bahasa Spanyol, dan Bahasa Perancis. Akan tetapi, menurutnya, sebagai bangsa dan rakyat di negeri tercinta ini, Bahasa Indonesia harus tetap digunakan dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya terus terang, sangat bangga dengan orang Perancis, orang-orang Arab, dan China. Mereka lebih mengutamakan bahasa ibunya. “Utamakan dulu bahasa kita, karena bahasa itu merupakan jati diri dan harga diri bangsa,” tegasnya.

Seperti pengakuan Yarmalus, ada beberapa tempat yang dalam penilaiannya sudah layak dijadikan contoh dalam penggunaan Bahasa Indonesia sehingga dia merasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

“Saya lihat, masih ada tempat-tempat yang bisa anda kunjungi, dimana tempat itu masih konsisten menggunakan dan memasyarakatkan Bahasa Indonesia, seperti Bandara Sukarno Hatta di Jakarta, Hotel Borobudur, dan juga pusat perbelanjaan franchise asing, yaitu ‘Carrefour’. Justru mereka lebih bangga dan memilih menggunakan Bahasa Indonesia di semua sudut-sudut dan gerai-gerai yang ada di dalam pusat perbelanjaan ini, bandingkan dengan yang punya orang Indonesia sendiri, sangat ironis memang,” demikian paparnya seraya bertanya.

Afrizal/B21