Ajarkan Anak Berwawasan Global


Memberi pandangan kepada anak-anak dengan lebih global, kata Professor bidang pendidikan internasional pada Harvard Graduate School of Education, Dr. Fernando. M. Reimers, EdD, seperti dikutip dari magazine parentindonesia, menurut Dr. Reimers, dapat membantu menyiapkan anak-anak kita menghadapi masa depannya. Mereka.

Anak-anak itu mungkin, nantinya lebih mampu mengatasi tantangan dalam bidang persoalan lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya, ideologi, politik, kesehatan masyarakat yang akan mereka warisi kedepannya dari perjalanan hidup kita di planet (Bumi) ini.

Para pakar sependapat, wawasan global akan menjadi kunci keahlian dalam dunia kerja yang terhubung secara digital.

Cara terbaik memberi anak wawasan global, dimulai dengan memperkenalkan hal-hal menarik tentang budaya bangsa lain, sejak anak masih kecil, atau sejak seusia dini.

Berikut ini, sembilan cara untuk mengajarkan kepada anak berpandangan global, untuk meraih semua impiannya tentang keindahan dunia.

1. Perlihatkan pada anak, bahwa anda peduli. Bila mata anda bersinar, ketika berbicara kepadanya saat makan malam tentang impian anda berkeliling dunia, atau anda berbicara dengannya dengan semangat tentang peristiwa-peristiwa global yang terjadi. Anak anda akan mencatatnya, kata Dr. Reimers.

2. Cari festival-festival dari negara lain. Mulai dari Tahun Baru China (pada tahun 2012, jatuh pada Januari 23), sampai Festival San Gennaro di Italia (dirayakan setiap September), dan Amerika Serikat dipenuhi dengan perayaan etnik yang dapat disaksikan oleh masyarakat umum, kata Manise, seorang psikolog. “Mempunyai kesempatan menyaksikan seni dan kerajinan tangan, mendengar cerita rakyat, musik, dan bahasa asing memberikan pengalaman yang bagus bagi seluruh anggota keluarga.” komentarnya.

3. Jadikan itu bersifat pribadi. Salah satu aspek unik dari budaya bangsa, adalah keberagaman asal penduduknya. Berbicara tentang latar belakang anak-anak dan keluarga anda, membantu anak terkoneksi dengan konsep masyarakat dunia yang lebih besar.

4. Merangkul musik dunia. Bila anda belum punya, perbarui ‘playlist’ musik dengan lagu-lagu dari seluruh dunia, dan tonton musik pop internasional di ‘YouTube’ dengan anak anda. “Menjadikan anak anda menjadi lebih terbiasa dengan keanekaragaman musik, secara alami membuat mereka menyesuaikan diri dengan beragam bunyi, yang terasa asing di telinga,” kata Homa Sabet Tavangar, seorang pakar Global Business and Education, dan ibu dari 3 anak perempuan. Dia menulis buku berjudul ‘Growing Up Global Raising Children to Be at Home in the World’ yakni sebagai konsep cara bagi keluarga-keluarga untuk memasukkan wawasan dunia dalam kehidupan mereka sehari-hari.

5. Gunakan sepakbola untuk melihat dunia. Homa Sabet Tavangar menyarankan, untuk mengambil sebuah tim yang sesuai dengan leluhur keluarga anda, leluhur teman anak anda, atau bahasa asing yang ingin anda pelajari. Dalam situs fifa.com -The Federation Internationale de Football Association (FIFA) memasukkan peta interaktif dunia untuk membantu anda memelajari semua tim-tim sepakbola dunia, dan negara-negara anggota yang tergabung dalam FIFA.

6. Masuk ke dalam ‘Geografi Dunia’. Gantungkan sebuah peta dunia terbaru di dinding dekat meja, atau tempat lain yang sering dilalui oleh anggota keluarga anda. Dan, beberapa keluarga menempelkan peta tersebut diatas papan gabus, dan memberikan warna-warna yang berbeda pada setiap negara yang mereka (anda, atau teman-teman dan keluarga anda) pernah kunjungi. Dan ketika anda berbelanja untuk liburan, atau hadiah ulang tahun, jangan lupa membeli ‘Bola Dunia’ dan ‘Atlas’.

7. Pajang buku-buku cantik. Buku gambar anak-anak, dan ‘coffee table book’ seperti buku yang ditulis Peter Menzel, yang berjudul ‘Material World: A Global Family Potrait’ dapat membuat gambaran tentang keberagaman suasana dan emosi kehidupan untuk semua usia. Pertimbangkanlah, untuk memajang buku-buku anak, seperti termasuk ‘How I Learn Geography’ karangan Uro Shulevitz; ‘Bee-bim Bop!’ karya Linda Sue Park tentang tradisi Korea; dan ‘Beatrice’s Goat’, cerita dengan latar belakang Uganda yang ditulis Paige McBrier.

8. Buat pesta ulang tahun yang menglobal. Bila anda, bisa mengganti tema pesta ulang tahun di luar ‘Princess’ dan ‘Star Wars’. Coba ambil, tema-tema perayaan yang global, seperti ‘Bastille Day’, ‘Cinco de Mayo’, ‘Earth Day’. Tahun Baru China, Piala Dunia Sepakbola, dan Olimpiade, saran Homa Tavangar.

9. Tonton film-film luar negeri. Anak usia 3 tahun, bisa makan ‘croissant’ hangat dan melihat bintang di langit, dari film yang berjudul ‘The Red Baloon’ yang melakukan perjalanan menuju Paris (Perancis), kata Tavangar. Atau, anak usia 7 tahun, saran Homa Tavangar, juga dapat menonton ‘The Cave of the Yellow Dog’ dari Mongolia. Termasuk juga, film-film klasik lainnya, seperti film Jepang, berjudul ‘My Neighbor Totoro’ dan ‘The Secret of Roan Inish’ dari Irlandia. Tavangar juga menyarankan, jika bisa, sewalah film yang ada teks terjemahannya, bukan versi sulih suara (dubbed). “Membaca film bagi anak-anak, sama seperti anda membaca buku. Dengan begitu, mereka juga dapat mendengar bahasanya,” demikian ungkapnya.

Sumber: Info Kosmo

Afrizal/B21/IK