Guru Jangan Banyak Menuntut


SEMARANG, berita21.com – Kesejahteraan guru terutama guru swasta diakui masih belum menggembirakan, namun demikian hal ini hendaknya tidak digunakan sebagai alasan untuk mengendorkan semangat dalam mendidik siswanya. Karena profesi guru sangat mulia dan harus dilandasi keikhlasan mengabdi untuk bangsa dan negara.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menyampaikan hal tersebut saat memberi sambutan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke enam Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) di Halaman Kantor DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (20/5). “Pemerintah akan terus memperjuangkan kesejahteraan bagi guru sesuai dengan kemampuan yang ada. Kalau sekarang gaji guru terutama swasta masih minim ya disyukuri saja, jangan banyak menuntut, harus ikhlas,” ungkapnya.

Dalam harlah dengan tema “Guru Swasta Nguri-uri Budaya Jawa” itu, Bibit menyatakan, perhatian Pemprov yang diberikan pada guru swasta berupa pemberian bantuan gaji sebesar Rp 175 ribu/bulan untuk seribu orang guru swasta di Jateng. Menurut dia, jumlah bantuan memang tak begitu banyak karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Ketua PGSI Jawa Tengah Moh Zen ADV menjelaskan, kesejahteraan guru swasta menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Menurut Zen, selama ini peran pemerintah kabupaten/kota masih sangat minim. “Masih sangat sedikit kabupaten/kota yang sudah megalokasikan anggaran untuk guru-guru swasta. Padahal guru swasta ini salah satu pokok penyumbang kesuksesan peningkatan kualitas pendidikan di daerah,” kata Muh Zen.

Anggota Komisi E DPRD Jateng tersebut menyatakan dari sekitar 174 ribu guru swasta di Jateng, sebagian besar masih menerima pendapatan yang jauh dari layak. Bahkan tak sedikit guru swasta di daerah pinggiran yang hanya mendapatkan penghasilan Rp 100-200 ribu setiap bulan. Pihaknya juga mendesak pemerintah memberikan kesempatan peningkatan kualitas SDM guru dengan memberikan fasilitas berupa beasiswa dan bantuan lainnya.

Dalam acara harlah tersebut, diselenggarakan berbagai kegiatan dan lomba-lomba yang difokuskan untukĀ nguri-uri budaya Jawa. Diantaranya permainan tradisional seperti sunda manda (engklek), egrang, holaho, dakon, tarik tambang, dan balap karung.

Kholis/B21