Banyak pejabat Jambi Gunakan Bahasa Asing Yang Tidak Pas, Yon Adlis : Itu Menghilangkan Identitas Bangsa


Jambi, Berita21.com – Sedih dan kecewa, demikian perasaan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Yon Adlis memaknai Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei tahun ini.

Diungkapkan Yon Adlis, seraya menambahkan, dirinya terus terang merasa sangat kecewa dan prihatin dengan penggunaan Bahasa Indonesia di tanah air tercinta ini, apalagi di wilayah Provinsi Jambi terutama sekali penggunaan Bahasa Indonesia oleh para pejabat dan aparatur pemerintahan yang ada, baik itu di lingkungan pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten dan kota dalam wilayah Provinsi Jambi.

“Dari pengamatan saya selama ini, banyak sekali para pejabat kita di Jambi ini, yang menggunakan bahasa asing yang tidak pas. Sikap itu secara tidak langsung telah menghilangkan identitas bangsa kita. Saya siap memberikan pencerahan kepada para pejabat disini (pejabat-pejabat di Provinsi Jambi). Karena memang, sudah menjadi kewajiban saya sebagai kepala kantor bahasa untuk memberikan pencerahan kepada mereka. Karena di Kantor Bahasa Provinsi Jambi, ada program penggunaan Bahasa Indonesia untuk para pejabat dan aparatur pemerintah,” demikian tuturnya.

Yon Adlis menceritakan pengalamannya saat menimba ilmu di Negeri ‘Kincir Angin’ Belanda, yakni di Kota Leiden. Dia menyebutkan kekagumannya kepada bangsa Belanda.

“Disana, 100 papan nama di media luar ruang yang ada di Kota Leiden, tidak ada satu pun yang menggunakan bahasa asing, atau Bahasa Inggris. Justru jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia, terutama di Jambi. Malahan dari 100 papan nama, 67-nya terdapat bahasa asing atau Bahasa Inggris. Sangat ironis memang,” ungkapnya.

Kembali ditegaskannya, dengan mengabaikan penggunaan Bahasa Indonesia berarti menghilangkan identitas bangsa. Karena alasannya, dimulai dari bahasa maka bangsa Indonesia mempunyai identitas dan jati diri sebagai suatu bangsa yang besar. “Dengan memasyarakatkan Bahasa Inggris di tanah air kita, semakin jauh dan hancurlah bangsa Indonesia yang besar ini. Kewajiban kita, untuk menginternasionalkan Bahasa Indonesia di dunia, atau menduniakan Bahasa Indonesia,” tegas Yon Adlis mengingatkan.

Afrizal/B21