Angka Kelulusan SMA/SMK Jateng Alami Kenaikan


SEMARANG, berita21.com – Angka kelulusan tingkat SMA/SMK tingkat Jawa Tengah tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,151% dibanding tahun lalu. Peserta UN SMA/SMK sebanyak 320.617 orang hanya 463 orang yang dinyatakan tidak lulus.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Kunto Nugroho mengungkapkan, hasil ini sangat menggembirakan dan diharapkan terus terjaga pada tahun tahun mendatang. “Ujian Nasional SMA/SMK tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Tercatat sebanyak 320.154 siswa atau sebesar 99,856% berhasil lulus,” ungkap Kunto dalam jumpa pers di kantor Dinas Pendidikan Jawa Tengah Jalan Pemuda Semarang, Jumat (25/5).

Yang lebih menggembirakan lagi, lanjut Kunto, peringkat 1 nasional tingkat SMK berhasil diraih oleh Mutiarani siswa SMK Negeri 2 Kota Semarang. Disamping itu masih ada dua siswa lain yang berhasil masuk 10 besar tingkat nasional. Prestasi SMK ini menjadi salah satu indikator keberhasilan Jawa Tengah yang berani mempoklamirkan diri sebagai Provinsi Vokasi.

“Alhamdulillah peringkat 1 SMK berhasil diraih Jateng, tahun kemarin peringkat 1 tingkat SMP juga diraih siswa dari kebumen. Semoga tradisi ini terus diraih Jawa Tengah,” harapnya.

Pengumuman kelulusan Ujian Nasional sendiri akan dilaksanakan hari Sabtu (26/5) pada pukul 14.00 secara serentak kecuali Kota Magelang yang akan mengumumkan pada pagi hari. Hal ini dilakukan mengingat bersamaan dengan pelaksanaan Borobudur Interhash yang. Akan dibuka oleh Presiden SBY bersama delegasi dari negara negara tetangga.

Lebih lanjut Kunto mengharapkan agar siswa yang dinyatakan lulus tidak mengekspresikan kelulusan secara berlebihan seperti melakukan konvoi kendaraan bermotor dan corat coret baju atau sejenisnya. “Lebih baik diekspresikan dengan kegiatan kegiatan yang bermanfaat,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang lain, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Ali Mahfudz mengharapkan agar ekspresi kegembiraan tidak dilakukan secara berlebihan, mengingat masih ada perjuangan yang lebih berat di Perguruan Tinggi atau dunia kerja. “Kerja keras yang dilakukan menjelang UN kemarin layak disyukuri, tapi perjuangan masih panjang. Jadi jangan dirayakan secara berlebihan,” ungkapnya.

Sumber: Berita21.com

Kholis/B21