Jembatan Tol Semarang-Ungaran Aman Dilalui


SEMARANG, berita21.com- Berita retaknya tiang Jembatan Tol Semarang-Ungaran yang berada di kawasan Hutan Penggaron Kabupaten Semarang langsung direspon PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola Jalan Tol Semarang-Solo. Dari penyelidikan yang dilakukan PT TMJ, konstruksi jembatan tersebut tidak mengalami pergeseran sedikitpun dan dinyatakan aman dilalui.

Direktur Teknik dan Operasional PT TMJ, Ari Nugroho disela sela pantauan di bawah Jembatan Tol di Kawasan Penggaron mengungkapkan, retakan yang terjadi di tiang jembatan itu kejadian lama dan sudah dilakukan rekayasa teknis sehingga tidak membahayakan. “Ini retakan terjadi pada bulan November 2010, dan kami sudah melakukan langkah langkah teknis sesuai arahan tim ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum,” ungkapnya.

Retakan yang ada, jelas Ari, sengaja tidak dihilangkan untuk mengetahui seandainya ada gerakan tanah yang mengakibatkan retakan yang baru. Menurut Ari, setiap hari petugas secara rutin melakukan pengecekan menggunakan micrometer untuk mengetahui perkembangan retakan tersebut. Namun dari pengamatan yang dilakukan pihaknya, retakan tersebut tidak mengalami perkembangan sedikitpun.

“Retakan dalam ukuran mikronpun petugas kami pasti akan langsung mengetahui, karena setiap hari kami pantau. Dari pembacaan inclinometer yang kami pasang di beberapa tempat juga tidak terpantau adanya gerakan tanah di sini. Padahal inclinometer kami pasang sampai kedalaman 40 meter,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Ari Nugroho mengakui bahwa beberapa bagian tanah yang ada di sekitar jembatan mengalami longsor. Namun longsor tersebut hanya terjadi di permukaan tanah saja dan tidak mempengaruhi struktur jembatan yang ada. Dia menambahkan, setelah kejadian retak pada tahun 2010 yang lalu, pihaknya telah menambah pondasi tambahan pada sekeliling kepala tiang (pier head) dengan tiang bor (borepile) dengan diameter 150 cm dan kedalaman 35 meter.

Sementara itu pengamat konstruksi dari universitas Diponegoro Ir Nelwan mengharapkan agar PT TMJ terus melakukan pantauan secara kontinyu dan memasang alat deteksi gerakan pada setiap tiang jembatan. Penggunaan alat ini dipandang perlu untuk mengetahui kalau ada gerakan yang membahayakan. “Alat ini harus dipasang untuk menjamin keselamatan pengguna jalan tol. Kalau ada gerakan yang membahayakan, pengelola bisa langsung mengetahui dan mengambil langkah cepat untuk menghindari jatuhnya korban,” tegasnya.

Usulan Nelwan ini langsung direspon Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmojo yang kebetulan juga berada di lokasi jembatan. Kepada wartawan Danang mengatakan akan segera merespon ide tersebut untuk antisipasi dari kejadian yang tidak diinginkan. “Ini ide bagus dan akan segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.

Kholis/B21