Peningkatan SDM, Syarat Pengembangan Karimun Jawa


SEMARANG-Berita21.Com. Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Tridjoko Rahardjo mengungkapkan keprihatinannya melihat pengembangan perikanan dan kepariwisataan kawasan pulau Karimun Jawa.

Keprihatinan itu muncul ketika terjadi kontradiksi antara pemerintah kecamatan dengan pemerintah kabupaten.

“Seharusnya kantor-kantor yang menjadi kewenangan kecamatan atau Muspika Karimun Jawa lokasinya ya harus di wilayah kecamatan itu sendiri, termasuk lembaga-lembaga sejenis yang berkecimpung mengembangkan Karimun Jawa,” katanya ketika dikonfirmasi berita21.com di Semarang, Kamis (30/5/2012).

Dengan bertempatnya kantor-kantor terkait di Karimun Jawa, lanjutnya, secara otomatis pengembangan potensi wilayah Karimun Jawa akan lebih mudah dan menyatu.

Dengan meningkatnya jumlah kantor-kantor yang ada, maka regulasi pembangunan itu akan terpacu dengan sendirinya.

Selain itu hal yang tak kalah penting dilakukan untuk mengembangkan wilayah Karimun Jawa adalah membangun infrastruktur yang berkualitas dan memadahi.

“Masyarakat juga harus dibekali pelatihan-pelatihan secara mendalam tentang ilmu perikanan dari mencari bibit, memelihara sampai memasarkannya ketika sudah saatnya dijual,” katanya.

Untuk pengembangan pariwisata, tambahnya, juga demikian. Selain membangun dan mengembangkan potensi tempat wisata, masyarakat juga harus didekati secara persuasif untuk mengenal lebih dalam potensi wisata yang ada.

“Dengan pendekatan-pendekatan sosio kultural itu mereka akan terbawa dengan sendirinya. Budaya maupun karakter masyarakat akan tertata untuk menyiapkan diri menghadapi visitor lokal maupun asing. Dengan kata lain, sumber daya manusia (SDM) harus ditingkatkan,” tegasnya.

Mim/B21.Com