Bansos Kembali Makan Korban


SEMARANG, berita21.com – Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Bansos) kembali makan korban. Kali ini Mantan Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah periode 2004 – 2009 Iqbal Wibisono giliran ditetapkan sebagai tersangka. Iqbal diduga melakukan korupsi dana Bansos pendidikan  tahun 2008 senilai Rp 200 juta di Wonosobo.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonosobo Suwarji mengemukakan, penetapan tersangka atas diri politisi Partai Golkar tersebut setelah mengantongi sejumlah bukti, termasuk pengakuan tersangka utama kasus itu, anggota DPRD Kabupaten Wonosobo Gatot Sumarlan. “Peran Iqbal dalam kasus tersebut adalah melakukan pemotongan dan menikmati potongan tersebut,” ungkapnya.

Dana Bansos yang seharusnya di berikan kepada 4 penerima tersebut, tambah kajari, semuanya berjumlah Rp. 200 juta. Namun oleh kedua tersangka, dipotong sebanyak Rp. 80 juta. Uang sebanyak itu telah dikembalikan oleh tersangka Gatot setelah dirinya dinyatakan sebagai tersangka, namun berdasar Pasal 4 Undang Undang (UU) no31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi menyebutkan, pengembalian kerugian negara tidak bisa menghilangkan perbuatan pidananya.

Ditanya tentang kemungkinan dilakukan penahanan atas diri tersangka, kajari mengemukakan, kemungkinan itu tetap ada, namun akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan penyidik dan pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. “Kami akan mereview kembali dan melihat perkembangan penyidikan yang selama ini sudah dilakukan,” jelas kajari.

Keempat lembaga yang seharusnya mendapat dana bantuan sosial masing masing sebesarb Rp 50 juta yang diduga dikorup adalah TPQ Manggisan Permai (dipotong Rp 20 juta), TPQ Karangluhur, Kertek (Rp 30 juta), TPQ Gletosari, Kertek (Rp 30 juta), dan MTs Bakalan Kalikajar disunat Rp 20 juta.

Kholis/B21

SEMARANG, berita21.com – Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Bansos) kembali makan korban. Kali ini Mantan Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah periode 2004 – 2009 Iqbal Wibisono giliran ditetapkan sebagai tersangka. Iqbal diduga melakukan korupsi dana Bansos pendidikan  tahun 2008 senilai Rp 200 juta di Wonosobo.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonosobo Suwarji mengemukakan, penetapan tersangka atas diri politisi Partai Golkar tersebut setelah mengantongi sejumlah bukti, termasuk pengakuan tersangka utama kasus itu, anggota DPRD Kabupaten Wonosobo Gatot Sumarlan. “Peran Iqbal dalam kasus tersebut adalah melakukan pemotongan dan menikmati potongan tersebut,” ungkapnya.

Dana Bansos yang seharusnya di berikan kepada 4 penerima tersebut, tambah kajari, semuanya berjumlah Rp. 200 juta. Namun oleh kedua tersangka, dipotong sebanyak Rp. 80 juta. Uang sebanyak itu telah dikembalikan oleh tersangka Gatot setelah dirinya dinyatakan sebagai tersangka, namun berdasar Pasal 4 Undang Undang (UU) no31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi menyebutkan, pengembalian kerugian negara tidak bisa menghilangkan perbuatan pidananya.

Ditanya tentang kemungkinan dilakukan penahanan atas diri tersangka, kajari mengemukakan, kemungkinan itu tetap ada, namun akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan penyidik dan pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. “Kami akan mereview kembali dan melihat perkembangan penyidikan yang selama ini sudah dilakukan,” jelas kajari.

Keempat lembaga yang seharusnya mendapat dana bantuan sosial masing masing sebesarb Rp 50 juta yang diduga dikorup adalah TPQ Manggisan Permai (dipotong Rp 20 juta), TPQ Karangluhur, Kertek (Rp 30 juta), TPQ Gletosari, Kertek (Rp 30 juta), dan MTs Bakalan Kalikajar disunat Rp 20 juta.

Kholis/B21