Gubernur Buka Kegiatan Rakor Penanggulangan Bencana Tingkat Regional se-Sumatera 2012


Jambi, Berita21.com – Kota Jambi untuk pertama kalinya ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan rapat koordinasi (rakor) penanggulangan bencana tingkat regional se-Sumatera tahun 2012.

Rapat Koordinasi, yang diselenggarakan selama 3 hari ini, yakni 25-27 Juni 2012 dibuka secara resmi oleh Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus pada Senin malam (25/06/2012), pukul 20.00 wib di Hotel Ratu Jambi Jalan Slamet Riyadi No 24, Broni, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, yang juga dihadiri langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif yang diwakili Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Kantor BNPB Pusat, Sugeng Triutomo, beserta hampir seluruh kepala badan penanggulangan bencana daerah provinsi dan kepala-kepala badan penanggulangan bencana kabupaten dan kota di wilayah regional se-Sumatera dalam rakor tersebut.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus sangat menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi kali ini –dengan tema “Indonesia Tangguh, Sumatera Siaga, Jambi Waspada dan Tanggap Terhadap Bencana”. Disamping sebagai wujud komitmen secara bersama dalam upaya penanggulangan bencana sampai ke tingkat operasional paling rendah di tengah masyarakat, dan sekaligus sebagai forum koordinasi resmi antar wilayah regional se-Sumatera dalam pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

“Untuk mewujudkan itu, masing-masing aparat terkait, baik di pusat maupun di daerah mampu berkoordinasi dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,” paparnya.

Dikatakan gubernur, pada prinsipnya dia tidak menginginkan terjadinya bencana di suatu wilayah dan dirinya juga tidak ingin bencana menghampiri di wilayah Provinsi Jambi.

“Terus terang, saya tidak ingin bencana itu datang di suatu wilayah, dan jangan sampai terjadi di Jambi. Namun kita berharap, dengan penyelenggaraan rakor ini, timbul rasa senasib sepenanggungan diantara kita yang perlu kita tanamkan melalui koordinasi dan butuh penanganan yang cepat,” jelasnya.

Diakuinya untuk wilayah Provinsi Jambi, daerah yang paling rawan terjadinya bencana yakni Kabupaten Kerinci yang sering terjadi bencana Gempa Bumi dan getaran gempa. Gubernur Hasan Basri Agus, juga mengungkapkan sudah ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah hampir di seluruh wilayah kabupaten dan kota dalam wilayah Provinsi Jambi, yaitu BPBD kabupaten Kerinci, BPBD Kota Sungai Penuh, BPBD Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Barat dan Kota Jambi.

Ditempat yang sama, Kepala BNPB Pusat, Syamsul Maarif yang diwakili Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Kantor BNPB Pusat, Sugeng Triutomo dalam sambutannya menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan perlunya mensosialisasikan sistem peringatan dini ke tengah masyarakat luas terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana Gempa Bumi dan Tsunami. Dikatakan Sugeng, ditingkat nasional khususnya di wilayah Sumatera terutama adalah Sumatera Bagian Barat, ancaman yang sangat serius adalah bencana gempa Bumi dan Tsunami. Diungkapkan Sugeng Triutomo, pihaknya belum siap untuk menghadapi bencana Gempa Bumi dan Tsunami. maka perlu disosialisasikan sistim peringatan dini kepada masyarakat luas dalam menghadapi bencana yang akan terjadi, paparnya.

Adapun wilayah-wilayah yang rawan bencana di Indonesia, sebut Sugeng, yakni di wilayah Sumatera Bagian Barat, Selatan Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Papua, Maluku Utara dan sebagian wilayah Sulawesi. Adapun 4 wilayah yang sangat rawan terjadinya bencana Gempa Bumi dan Tsunami untuk diwaspadai, yaitu Pantai Barat Sumatera Barat, Selat Sunda, Pantai Selatan Jawa, dan Manokwari di wilayah Papua.

Secara terpisah pada saat sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, M Zubaidi AR kepada berita21.com diruang kerjanya, Senin siang (25/06/2012) di Kantor BPBD Provinsi Jambi Jalan A Thalib No 45, Telanaipura, Kota Jambi, Zubaidi menyebutkan penyelenggaraan rapat koordinasi penanggulangan bencana tingkat regional se-Sumatera kali ini, merupakan forum koordinasi resmi yang bersifat rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

“Ini adalah pertama kalinya, Provinsi Jambi dipilih sebagai tempat pelaksanaan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Regional se-Sumatera. Yang tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi dan program antar provinsi,” ungkapnya bangga.

Ditambahkan Ketua Panitia Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Regional se-Sumatera tahun 2012, Asnawi menyebutkan para peserta yang hadir dalam rakor kali ini, dipastikan hampir seluruh kepala badan penanggulangan bencana daerah provinsi dan kepala badan penanggulangan bencana kabupaten/kota se-Sumatera.

Dalam Buku Panduan yang diterbitkan oleh Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, disebutkan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Tingkat Regional se-Sumatera, 25-27 Juni 2012 dihadiri 85 orang peserta.

Adapun para peserta yang menghadiri acara rakor tersebut, meliputi BPBD Provinsi Sumatera Barat, BPBD Provinsi Riau, BPBD Provinsi Bengkulu, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, BPBD Provinsi Lampung, BPBD Provinsi Babel (Bangka Belitung), BPBD Kabupaten Dhamasraya, BPBD Kabupaten Solok Selatan, BPBD Kabupaten Pelalawan, BPBD Kabupaten Musi Banyuasin, BPBD Kota Lubuk Linggau, BPBD Kabupaten Muko-muko, BPBD Kabupaten Musi Rawas.

Kemudian dari BPBD provinsi serta kabupaten dan kota dalam wilayah Provinsi Jambi, seperti BPBD kabupaten Kerinci, BPBD Kota Sungai Penuh, BPBD Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Barat dan Kota Jambi.

Peserta lainnya, dari instansi terkait dilingkungan SKPD Pemerintah Provinsi Jambi dan aktivis dari NGO (Non Governmental Organization) di Provinsi Jambi, seperti TAGANA dan yang lainnya.

Afrizal/B21