Rakor BPBD Se-Sumatera Rumuskan 13 Rekomendasi Penting dan Strategis ke Pusat


Jambi, Berita21.com – Rapat koordinasi penanggulangan bencana wilayah regional se-Sumatera tahun 2012, yang dilaksanakan di Hotel Ratu Jambi, Selasa malam (26/06/2012) merumuskan 13 buah rekomendasi penting dan sangat strategis untuk segera disampaikan saat pertemuan Rapat Kerja Nasional BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) se-Indonesia di Hotel Pangeran Beach Jalan Ir Juanda No 79, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat pada 27 Juni-1 Juli 2012 mendatang.

Dari ke-13 rekomendasi tersebut, salah satunya disepakati untuk mengusulkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bahwa Provinsi Jambi dijadikan pusat logistik untuk wilayah Sumatera.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, yang diwakili Kepala Pelaksana M Zubaidi AR sangat mengapresiasi usulan dari seluruh peserta rakor dengan dipilihnya Provinsi Jambi dijadikan pusat logistik untuk wilayah Sumatera, dan dia berjanji untuk menyampaikannya kepada Kepala BNPB, Syamsul Maarif saat pertemuan Rapat Kerja Nasional BNPB dengan BPBD se-Indonesia pada 27 Juni-1 Juli 2012 di Padang, Sumatera Barat.

Adapun ke-13 hasil rumusan rapat koordinasi penanggulangan bencana tingkat regional BPBD se-Sumatera yang diselenggarakan sejak 25-27 Juni 2012 di ‘Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah’ –dengan tema ‘Menuju Indonesia Tangguh, Sumatera Siaga, Jambi Waspada dan Tanggap Terhadap Bencana’ ini, yaitu sebagai berikut:

1. Agar ditingkatkan koordinasi antar instansi bidang penanggulangan bencana, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di wilayah Sumatera.

2. Dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, diperlukan kerjasama antar provinsi maupun kabupaten/kota, baik dalam rangka ‘Kontijensi maupun Gladi’ dalam payung hukum yang jelas.

3. Pentingnya kerjasama dalam penanggulangan bencana di wilayah regional se-Sumatera, dari mulai Pra Bencana, Tanggap Darurat, dan Paska Bencana.

4. Dalam rangka mengantisipasi jika terjadi bencana, maka perlu inventarisasi sarana dan prasarana secara terpadu.

5. Segera dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana dan hubungan tata kerja atau ‘Buku Induk’ bagi daerah yang belum membuat.

6. Perlu kecepatan dan ketepatan sarana dan prasarana.

7. Berdasarkan geografis, maka perlu dibuat zona-zona penanggulangan bencana sehingga bisa terfokus bila terjadi bencana.

8. Agar diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Provinsi Jambi dijadikan ‘Pusat Logistik’ untuk wilayah Sumatera.

9. Memadukan ‘Mitigasi Fisik dan Non Fisik’ sehingga tidak terjadi ego sektoral dalam hal penanggulangan bencana.

10. BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) merupakan instansi pemerintah bidang penanggulangan bencana, sudah waktunya mempunyai ‘Crisis Center’ guna kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana.

11. Pentingnya perencanaan manajemen dan koordinasi di semua lini, baik sarana dan prasarana bantuan logistik, kesehatan dan evakuasi serta rehabilitasi.

12. Peningkatan kerjasama yang terpadu antar wilayah, khususnya di regional Sumatera dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

13. Pendataan atau ‘Maping Wilayah Perbatasan’ terhadap potensi bencana.

Afrizal/B21