PP/PKB Ciptakan Hubungan Industrial antara pengusaha dan pekerja


Sosialisasi Tata Cara Pembentukkan PP (Peraturan Perusahaan)/PKB (Perjanjian Kerja Bersama) di depan para pengusaha, pekerja dan para aktivis dari organisasi serikat pekerja/serikat buruh se-Provinsi Jambi, Kamis (28/06/2012) yang berlangsung 28-29 Juni 2012 di Royal Garden Resort, Kenali Asam Bawah, Kota Baru, Kota Jambi, menghadirkan pemateri dari Kasubdit PP dan PKB pada Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, S Juanedah AR.

Menanggapi pentingnya sosialisasi ini, terkait Hubungan Industrial diperusahaan dalam kaitannya dengan pembentukkan PP/PKB tersebut. Kasubdit PP dan PKB pada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, S Juanedah AR saat menjawab berita21.com, Kamis (28/06/2012) ketika ditemui usai acara, dia menyebutkan PP/PKB sangat penting dibentuk dalam Hubungan Industrial di dalam perusahaan.

Sebab PP/PKB itu, kata Juanedah, memiliki arti penting untuk menciptakan Hubungan Industrial antara pengusaha dan pekerja secara kondusif, dinamis, berkeadilan dan bermartabat. Disamping itu pembentukkan PP/PKB juga, tambahnya, wajib dibuat oleh perusahaan yang memperkerjakan pekerja sebanyak 10 orang atau lebih, dengan memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban para pihak baik pengusaha dan pekerja, serta tata tertib perusahaan.

Pembentukkan PP/PKB, dikatakan Junaedah, dalam pengaturannya mencakup peraturan yang belum diatur dalam undang-undang, atau materinya harus lebih baik dari undang-undang.

“PP/PKB, dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Dan, juga dapat meningkatkan kehidupan di dalam perusahaannya. Dengan adanya pembentukkan PP/PKB itu, maka tentunya ada kepastian, ketenangan bekerja, kinerja meningkat, produktivitas kerja, dan hasil-hasil perusahaan pun meningkat sehingga perusahaan mendapat keuntungan.

Dari keuntungan perusahaan tersebut, maka harus dikembalikan melalui berbagai fasilitas bagi kesejahteraan pekerjanya, dan akhirnya perusahaan menjadi maju sehingga menguntungkan bagi pekerja dan keluarganya. Sehingga pengusaha kepada pekerjanya, dapat menimbulkan perasaan ‘memanusiakan manusia’ dalam proses produksi di dalam perusahaannya,” demikian papar Junaedah mengingatkan.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinsosnakertrans Pemerintah Provinsi Jambi, HA Harris AB, melalui Kepala Bidang pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenakerjaan pada Kantor Dinsosnakertrans Pemerintah Provinsi Jambi, Zulfan saat menjawab berita21.com diruang kerjanya, Zulfan sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Kasubdit Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama pada Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, S Junaedah AR.

Dipaparkan Zulfan, PP dan PKB sangat penting dibuat oleh perusahaan. Karena pembentukkan PP dan PKB merupakan acuan dari tugas masing-masing antara pekerja dan pengusaha dalam proses produksi. Dengan demikian, tambahnya, dapat terciptanya Hubungan Industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan, serta bermartabat.

“Kedua belah pihak merasa memiliki perusahaan tersebut, baik pengusaha maupun pekerja dan keluarganya. Dari sisi pengusaha dapat terciptanya ketenangan dalam berusaha, dan ketenangan bekerja bagi pekerjanya. Sedangkan dari sisi pekerja maupun keluarganya, mereka memperoleh berbagai fasilitas dari keuntungan perusahaan dengan memberikan kesejahteraan bagi pekerja dan keluarganya,” demikian ungkapnya.

Afrizal/B21