Inilah Profil Kemiskinan di Provinsi Jambi (1)


Jambi, Berita21.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Akhmad Jaelani memaparkan Garis kemiskinan (GK) dari tahun ke tahun selalu berubah sejalan dengan perubahan nilai pengeluaran penduduk.

Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan) di wilayah Provinsi Jambi pada Maret 2012 lalu, yakni mencapai 271.67 ribu jiwa. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011, yang berjumlah sebesar 272,67 ribu jiwa, atau 8,65 persen. Berarti, jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi turun sebesar 1.000 jiwa.

GK, biasa disingkat istilahnya oleh BPS ini -pada Maret 2012 lalu, nilai pengeluarannya sebesar Rp 259.257/kapita/bulan, sebut Akhmad Jaelani, telah mengalami peningkatan dibandingkan dengan GK pada Maret 2011, yaitu sebesar Rp 242.272/kapita/bulan.

Mengapa demikian, ditambahkannya, peningkatan ini terjadi karena kenaikan volume pengeluaran. Maret 2012 lalu, di wilayah Provinsi Jambi batasan minimum pengeluaran seseorang agar tidak termasuk dalam kategori miskin di daerah perkotaan adalah sebesar Rp 313.311/kapita/bulan. sedangkan untuk daerah pedesaan, batasannya adalah sebesar Rp 236.165/kapita/bulan.

“Pada Maret 2012, prosentase penduduk miskin perkotaan mencapai 10,44 persen, sedangkan di pedesaan mencapai 7,52 persen,” demikian ungkap Akhmad Jaelani dalam rilis berita resmi statistik dari Kantor BPS Provinsi Jambi pada Juli 2012 yang diperoleh berita21.com, Jum’at (13/07/2012) di Kota Jambi.

Memperhatikan komponen GK itu, dikatakan Akhmad Jaelani, yakni terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Jelas terlihat, tambahnya, bahwa peranan konsumsi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan konsumsi bukan makanan.

Justru pada Maret 2011 lalu, ungkapnya, peranan GKM terhadap GK di Provinsi Jambi, yakni sebesar 77,29 persen, dan pada Maret 2012 malah peranannya sedikit dan mengalami peningkatan menjadi 77,43 persen.

Adapun berdasarkan komoditi itu, rinci Akhmad Jaelani menjelaskan, yakni beras merupakan komoditas sektor makanan yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan garis kemiskinan. Sementara untuk sektor non makanan, sambungnya lagi, justru perumahan yang merupakan komoditas yang paling besar memberi andil terhadap kenaikan garis kemiskinan di Provinsi Jambi pada Maret 2012 kali ini.

“Garis kemiskinan menunjukkan tren yang cenderung meningkat akibat pengaruh peningkatan nilai pengeluaran penduduk. Garis Kemiskinan pada Maret 2011 sebesar Rp 242.272/kapita/bulan meningkat menjadi Rp 259.257/kapita/bulan pada Maret 2012.

Peranan konsumsi kebutuhan dasar makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan konsumsi kebutuhan dasar bukan makanan. Pada Maret 2012, sumbangan GKM (Garis Kemiskinan Makanan) terhadap garis kemiskinan di Jambi sebesar 77,43 persen,” paparnya.

(bersambung)

Sumber: Berita21

Afrizal/B21