PSB 2012/2013, RSBI SMP Negeri 7 Kota Jambi Tampung 12 Siswa dari Keluarga Miskin


Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, atau RSBI di SMP Negeri 7 Kota Jambi pada tahun ajaran 2012/2013 menerima 12 siswa dan siswi dari keluarga tidak mampu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah RSBI SMP Negeri 7 Kota Jambi saat ini, Budianto ketika menjawab kepada berita21.com diruang kerjanya, Kamis (12/07/2012), Telanaipura, Kota Jambi.

Menurut Budianto, untuk PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun ajaran 2012/2013 di RSBI SMP 7 Kota Jambi, pihaknya menerima 12 siswa dan siswi dari keluarga tidak mampu, dan tidak dibatasi dengan prosentase bagi mereka yang berprestasi.

“Siapapun mereka (12 siswa dari keluarga tidak mampu itu) dengan catatan dia berprestasi, dan memenuhi standar nilai minimal 7,0,” ungkapnya.

Terkait PSB (penerimaan siswa baru) bagi siswa dan siswi dari keluarga tidak mampu ini, kata Budianto, mereka harus memenuhi segala persyaratan. Disamping calon siswa tersebut harus berprestasi, dia juga mesti melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu/Miskin dari Ketua RT (Rukun Tetangga) setempat. “Syaratnya sangat sederhana sekali, mereka hanya melampirkan surat keterangan tidak mampu/miskin dari Ketua RT, dan tidak perlu diketahui oleh lurah,” paparnya.

Seraya menghimbau, Budianto kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Kota Jambi, terutama sekali kepada masyarakat kurang mampu untuk segera mendaftarkan anaknya ke RSBI SMP Negeri 7 Kota Jambi dengan syarat apabila mereka berprestasi dan memenuhi standar atau nilai minimal rata-rata 7,0, demikian ia menambahkan.

Disamping itu juga, ditambahkannya, siswa tersebut akan diberikan bantuan pembebasan semua biaya pendidikan. Kemudian mereka, sambungnya lagi, juga diberikan beasiswa miskin, beasiswa berprestasi, serta memperoleh biaya penyaluran dari Bazda (Badan Amil Zakat Daerah) Kota Jambi. “Semuanya dapat,” ujarnya. Namun sayangnya, semua nama-nama siswa dari keluarga tidak mampu yang bersekolah di RSBI SMP Negeri 7 Kota Jambi pada tahun ajaran 2012-2013 ini, belum bisa dibeberkan kepada media online ini. Kepala sekolah beralasan bahwa kedua belas nama-nama siswa dan siswi dari keluarga tidak mampu tersebut sedang diproses, imbuhnya.

Bagaimana dengan penerimaan siswa baru (PSB) dari warga di sekitar lingkungan lokasi sekolah. Dikatakan Budianto, pihaknya tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku sesuai juknis dari Direktorat Kemendiknas tentang penerimaan siswa baru tahun ajaran 2012-2013, tertanggal 14 Januari 2012 , yakni Nomor 34/C.C3/MN.2012, yakni prosentasenya sebanyak 20 persen dari daya tampung.

Untuk yang satu ini, dikatakan Budianto, pihaknya memberikan kategori yang lebih spesifik untuk memberikan kesempatan kepada calon siswa yang diterima di sekolahnya. Kategori itu, sebutnya, yakni mereka yang berasal dari internal sekolah RSBI SMP Negeri 7 Kota Jambi, seperti anak guru/pegawai/karyawan di lingkungan sekolah, dan calon siswa yang bertempat tinggal di sekitar lingkungan lokasi sekolah.

“Siswa yang kita terima, mereka yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah. Yang tinggal di depan, di belakang, kanan dan kiri sekolah. Dengan menunjukkan dan melampirkan surat keterangan tempat tinggal atau kartu keluarga. Tidak harus berprestasi tapi mereka harus memenuhi standar minimal 7,0 untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA,” ungkapnya.

Sekarang ini, dijelaskan kepala sekolah, jumlah siswa yang diterima di RSBI SMP Negeri 7 Kota Jambi tahun ajaran 2012-2013, yakni totalnya mencapai 320 orang siswa dan siswi, untuk 10 kelas dengan daya tampung per kelasnya sebanyak 32 orang. Masing-masing yaitu, 1 kelas cerdas istimewa, 2 kelas bakat istimewa, dan 7 kelas RSBI, demikian paparnya.

Ditambahkannya dua tahun lagi, RSBI SMP Negeri 7 Kota Jambi akan berubah menjadi SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) di 2014 yang akan datang. “Target di tahun 2014, kita akan berubah menjadi SBI sesuai ketentuan, dan sudah kita penuhi sehingga masih ada waktu satu tahun lagi. Untuk penyempurnaan apabila dievaluasi oleh kemendiknas. Karena kemendiknas menargetkan sekolah kita, harus SBI pada tahun 2015,” demikian Budianto menjelaskan.

Sumber: Berita21.com

Afrizal/B21