Stok LPG Dipastikan Aman


SEMARANG, berita21.com –Persediaan LPG terutama yang bersubsidi (3 kilogram) menjelang puasa dan lebaran tahun ini dipastikan aman. Pertamina menambah stok sebesar 10 persen dari persediaan normal. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pasar menjelang puasa dan lebaran.Pernyataan ini disampaikan oleh Humas Pertamina Unit Pemasaran IV Jateng/DIY Heppy Wulansari usai rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Jawa Tengah, Rabu (19/7). “Pertamina melakukan antisipasi dengan menambah stok LPG sebesar 10 persen untuk mengatasi lonjakan menjelang puasa dan lebaran,” ungkapnya.

Selain menambah stok hingga 10 persen dari kebutuhan normal, Pertamina juga memperluas jaringan penjualan LPG 3 kg dengan membuka 150 autlet di 150 SPBU yang ada di Jateng.
Dengan adanya autlet LPG 3 kg di sejumlah SPBU tersebut, masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkan LPG 3 kg.

Lebih lanjut Heppy menjelaskan, Untuk memudahkan LPG sampai kepada konsumen, pertamina Jateng dan DIY melakukan kerjasama dengan 336 agen LPG dan sejumlah pangkalan untuk mendekatkan kepada masyarakat. Stok LPG 3 kg yang ada saat ini bisa untuk mencukupi kebutuhan hingga 6 hari ke depan. Dengan demikian masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kekosongan. Berapa pun kebutuhan masyarakat Pertamina siap untuk memenuhinya.

Selain itu, distrubisi LPG di Jateng juga didukung oleh 175 armada tanki yang kapasitas angkutnya mencapai 2.600 metrik ton, dan adanya SPBE kantong yang dilengkapi dengan tanki yang standbay 24 jam, dan siap untuk melakukan suplay ke daerah yang mengalami kekosongan LPG.

Satu terobosan lain yang disiapkan Pertamina untuk mengatasi kondisi darurat, lanjut Heppy, yakni menyiapkan 4 buah truk penuh LPG yang sudah disiagakan. Mobil mobil ini siap mendistribusikan LPG tanpa melalui prosedur administrasi yang rumit, sehingga daerah yang kosong bisa langsung mendapat suplai LPG. “Posisi mobil tersebut ada di Pemalang, Demak, Boyolali dan Kebumen,” jelasnya.

Untuk menghindari adanya distributor maupun agen yang nakal dengan melakukan penimbunan, Pertamina akan menerapkan sangsi tegas baik administrasi maupun pemutusan hubungan usaha. Sangsi administrasi yang akan diberikan untuk pelanggaran yang sifatnya ringan, tambah Heppy, meliputi teguran, surat peringatan maupun pengurangan alokasi.

Sumber: Berita21.com

Kholis/B21