Operasi Gabungan Amankan 180 Keping Kayu Meranti Tak Bertuan


Jambi, Berita21.com – Kantor Balai Taman Nasional Berbak (TNB) Provinsi Jambi, yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Kilometer 4, Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi berhasil menemukan kayu ilegal tak bertuan sebanyak 180 keping papan jenis Kayu Meranti di wilayah Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi pada 13 Juli lalu, sekaligus mengamankannya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Melalui kegiatan operasi gabungan antara jajaran petugas dari Polisi Kehutanan dari Kantor Balai TNB Provinsi Jambi bersama-sama dengan personil Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan petugas dari KPLP (Kesatuan Petugas Laut dan Pantai) Provinsi Jambi, dengan nama kegiatan operasi ‘Operasi Bahaya Insidentil’ yang diketuai oleh Muhammad Muslimin dari Kantor Balai Taman Nasional Berbak Provinsi Jambi.

Diceritakan Ketua Operasi Bahaya Insidentil untuk pemberantasan ilegal logging di wilayahnya, Muhammad Muslimin saat menjawab kepada berita21.com diruang Aula Pertemuan, Lantai Dua dalam lokasi Kantor Balai Taman Nasional Berbak Provinsi Jambi, Senin siang (30/07/2012) di Sijenjang, Kota Jambi.

Muslimin menyebutkan dalam rangka kegiatan operasi gabungan yang rutin digelar oleh pihaknya bersama-sama dengan personil TNI AL dan petugas KPLP Jambi pada 13 Juli 2012 lalu, mereka menemukan kayu langka jenis Meranti tidak ada pemiliknya sebanyak 180 keping papan panjang di sekitar Makam Orang Kayo Hitam, Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Temuan kayu langka tersebut, ditambahkan Muslimin, berada diluar kawasan hutan, baik Tahura (Taman Hutan Raya) maupun di dalam kawasan Taman Nasional Berbak.

“Kayu-kayu tersebut (kayu langka jenis Meranti tidak ada pemiliknya ini, totalnya sebanyak 180 keping papan panjang), kini berada di (Kantor) Resort Simpang, dititipkan untuk sementara disana demi keamanan,” sebutnya.

Saat menanggapi media online ini ketika ditanyakan perihal kayu-kayu temuan tersebut hingga saat ini masih berada di lokasi Kantor Resort Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur –yang jaraknya sangat jauh yakni lebih kurang 100 kilometer dari lokasi Kantor Balai TNB Provinsi Jambi guna kepentingan keamanan dari posisi kayu-kayu itu berada.

Muhammad Muslimin beralasan, pihaknya justru menemui kendala disamping jarak tempuh yang sangat jauh dari lokasi menuju kantor di wilayah Sijenjang, Kota Jambi. Juga selain itu, sambungnya, kendala biaya angkut yang menjadi masalah sampai sekarang ini, papar Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (KSPTN) pada Kantor Balai TNB Provinsi Jambi ini menerangkan.

Diakuinya, operasi pemberantasan ilegal logging yang digelar pihaknya dalam operasi gabungan dengan personil TNI AL dan personil petugas dari KPLP (Kesatuan Petugas Laut dan Pantai) Provinsi Jambi ini, telah dilakukan dua kali tahapan sesuai surat perintah tugas yang diterbitkan dan ditanda tangani langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Berbak Provinsi Jambi saat ini, Hayani Suprahman.

Masing-masing surat perintah tugas itu, bebernya, yakni Surat Perintah Tugas Nomor:177/BTNB-I/DIPA/2012, tertanggal 2 Juli 2012, dan Surat Perintah Tugas Nomor:PT.01/BTNB-I/2012, tertanggal 11 Juli 2012, dengan tembusan kepada Kepala SPTN Wilayah I di Suak Kandis, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, serta kepada jajaran petugas Operasi Fungsional di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, di Suak Kandis, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, demikian tuturnya.

“Operasi ini dirasakan tidak cukup sehingga waktunya diperpanjang,” ujar Muhammad Muslimin.

Sumber: Berita21.com

Afrizal/B21