Pendeklarasian “Seni Untuk Indonesia Lebih Baik”


Para seniman, sastrawan, dan cendekia mendeklarasikan “Seni Untuk Indonesia Lebih Baik” pada acara “Baca Merah Putih” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat (11/8). Leonowens SP selaku penggagas dan deklarator yang mewakili para seniman, sastrawan, dan cendekia;

Leonowens SP menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan peran para seniman dan sastrawan untuk perbaikan serta pemajuan bangsa.

Selanjutnya tegas Leonowens SP, “para seniman dan sastrawan merupakan kekayaan bangsa yang berharga juga terhormat, karena berkarya tanpa surut dari khazanah kekayaan batin serta intelektualnya.”

Sebelumnya acara diisi dengan sesi bedah filsafat seni pada 45 karya fotografi dari 17 fotografer seni oleh filosof Leonowens SP sebagai pembahas utama, Arik S. Wartono sebagai pembicara proses kreatif fotografi, dipandu oleh Tomy F. Alim sebagai moderator.

“Peleburan para seniman dalam acara Baca Merah Putih merupakan upaya untuk mengembangkan sisi lain dari perjalanan seni Indonesia,” ujar Tomy F. Alim.

17 Fotografer seni yang karyanya hadir dalam pameran fotografi “Baca Merah Putih” ialah Akyuwen Ardiles, Ersta Andantino, Izharhadi, Ready Hardiyatmoko, Pratika Widiyanto, Tiur Melanda, Lateev Haq, Gerarld Wirianata, Ari Santosa, Arik S. Wartono, Sihol Sitanggang, Mickay Koegh, Tomy Faisal Alim, Zulian Dwi Fatta, Nanda Pratama, Septiawan, Army Yunanda.

Sesi selanjutnya adalah bedah buku puisi serta monolog karya seniwati dan aktris senior, Nani Tandjung. Buku berjudul Bila Cinta Tak Sampai, Saru, dan Corong dibahas oleh Leonowens SP yang juga seorang sastrawan dunia, dipandu oleh Sutarno SK, sutradara senior bidang teater.

“Saya menulis puisi melalui proses yang panjang, dan saya menuliskannya dalam proses kontemplasi yang rumit. Proses kesenian saya muncul dari nilai-nilai keagamaan,” terang Nani Tandjung.

Acara diselingi oleh pembacaan beberapa puisi karya Nani Tandjung oleh Rita Matumona (Teater Koma), Retno Budiningsih (Bandar Teater Jakarta), Julien Lanes (Rumah Ngamen), Ersta Andantino (Grup Apresiasi Sastra), Avi (Kotak Humor Indonesia), dan Sastra Kalimalang-Sanggar Matahari sebagai pengisi musik kontemporer.

Terlihat hadir dalam acara “Baca Merah Putih” tersebut Dodo Karundeng (kartunis senior), Yose Rizal Manua (sastrawan senior), Ridwan Mahid (Dewan Kesenian Bekasi), Andi Suryadarma (musisi senior), Veronica (Choise Indonesia), Irman Syah (Lingkar Humanis Universal), dan berbagai seniman, sastrawan, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum.

Oleh: Liliana Halim*/Berita21

Sumber: Berita21