Balai Taman Nasional Berbak Siap Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan


Jambi, Berita21.com – Memasuki musim kemarau panjang yang terjadi saat ini di wilayah Provinsi Jambi khususnya di sekitar kawasan Taman Nasional Berbak yang mencakup dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kepala Balai Taman Nasional Berbak (TNB) Provinsi Jambi, Hayani Suprahman menyebutkan adanya kekhawatiran potensi kebakaran lahan dan hutan yang merambah ke dalam kawasan Taman Nasional Berbak sekarang ini.

Menurut Hayani Suprahman –yang saat itu didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Taman Nasional Berbak Provinsi Jambi, Nukman, dan Kepala Seksi Pengelola Taman Nasional Berbak Wilayah III, Faried. Hayani menyatakan pihaknya saat ini memantau sejauh mana potensi Kebakaran lahan dan hutan di sekitar luar kawasan Taman Nasional Berbak, terutama di dua wilayah yang menjadi fokus perhatian pihak Kantor Balai Taman Nasional Berbak, masing-masing yaitu Desa Jebus, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, dan Desa Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan keduanya masih dalam wilayah Provinsi Jambi, yakni dengan menerjunkan sejumlah personil dan peralatan untuk pemadaman sehingga diharapkan potensi kebakaran lahan dan hutan dapat dicegah dan diminimalisir agar tidak merambah ke dalam kawasan taman nasional.

“Upaya yang bisa kita lakukan sekarang ini, yakni menyiapkan segala peralatan untuk pemadaman dan menerjunkan personil ke lapangan dalam posisi stand bay (sipa siaga). Melakukan upaya pemantauan hotspot (titik api) melalui Web Sipongi, yaitu website milik Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Kantor Ditjen PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam) Kementerian Kehutanan RI di Jakarta, serta menyiapkan sekaligus memberdayakan Masyarakat Peduli Api di sekitar kawasan TNB (Taman Nasional Berbak),” demikian paparnya kepada berita21.com, Senin siang (27/08/2012) di ruang kerjanya, Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Berdasarkan laporan yang masuk ke pihaknya, ditambahkan Hayani Suprahman, sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan di dua wilayah tersebut, yaitu Desa Jebus, Kecamatan Kumpeh Ulu (Kabupaten Muaro Jambi), dan Desa Cemara, Kecamatan Sadu (Kabupaten Tanjung Jabung Timur). Namun terjadinya kebakaran di dua desa itu, sambungnya lagi, kuat dugaan karena dilakukan oleh perilaku penduduk setempat, dan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan Manggala Agni Provinsi Jambi.

“Untuk menyelidiki hal itu, kita masih menunggu laporan petugas disana. Dan, laporan yang kita peroleh adanya kebakaran hutan itu dilakukan oleh para petani peladang di sekitar luar kawasan taman nasional (Taman Nasional Berbak). Bahkan juga, kita menerima laporan ada yang membuang bekas puntung api rokok di lokasi itu,” sebutnya.

Dikatakan Kepala Seksi Pengelola Taman Nasional Berbak Wilayah III pada Kantor Balai Taman Nasional Berbak Provinsi Jambi, Faried kepada media online ini. Pihaknya, kata Faried, sudah mengindentifikasikan potensi kebakaran yang terjadi di dua wilayah itu, masing-masing yakni Desa Jebus, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi dan Desa Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

“Kuat dugaan, kebakaran itu terjadi karena ulah penduduk setempat. Tapi ini, akan terus kami selidiki. Dan rencananya, besok (Selasa, 28/08/2012) kita akan berangkat ke lokasi. Yang sangat kita khawatirkan sekali, yakni di Desa Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Karena di lokasi itu, tanah gambutnya sangat sensitif sekali. Ada yang buang puntung api rokok saja, langsung terbakar. Apalagi ini, saat di musim kemarau seperti ini,” ungkap Faried membeberkan.

Nukman menambahkan, menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai TNB ini, untuk membantu upaya pemadaman potensi kebakaran hutan dan lahan yang bakal terjadi ke depannya, terutama di wilayah sekitar luar dan dalam kawasan Taman Nasional Berbak. Pihaknya sekarang ini, berupaya menyiap siagakan ‘Masyarakat Peduli Api’ di berbagai wilayah sekitar kawasan taman nasional.

Adapun untuk memantapkan upaya pemadaman yang akan dilakukan oleh Masyarakat Peduli Api ini, tambah Nukman, pihaknya telah melakukan simulasi pengendalian kebakaran hutan selama tiga tahap, masing-masing yaitu :

1. SPTN Seksi Wilayah I, pada 13 Juni 2012 di Desa Simpang, Kecamatan Berbak (Kabupaten Tanjung Jabung Timur).

2. SPTN Seksi Wilayah II, pada 6 Juli 2012 di Nipah Panjang (Kabupaten Tanjung Jabung Timur).

3. SPTN Seksi Wilayah III, pada 17 Juli 2012 di Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu (Kabupaten Tanjung Jabung Timur).

Sumber: Berita21.com

Afrizal/B21
Iklan