Pagelaran “Sastra Untuk Indonesia Lebih Baik” Berlangsung Meriah


Ratusan pengunjung serta ribuan pengguna jalan Cut Meutia dan jalan Khairil Anwar menyaksikan pertunjukan langsung “Sastra Untuk Indonesia Lebih Baik” yang dipentaskan oleh Sastra Kalimalang bekerjasama dengan Komunitas  Bekasi Foto, Teater Korek Unisma, Komunitas PPK (Pedagang Pinggir Kali), dan Dewan Kesenian Bekasi di Bantar Kalimalang, kota Bekasi (4/9).

Acara yang berlangsung sukses tersebut dengan bedah karya puisi Sastra Kalimalang, bedah karya fotografi Komunitas Bekasi Foto, Bedah karya lukis Ki Joko Wasis, bedah karya musikalisasi puisi, dengan narasumber utama Leonowens SP yang juga dikenal sebagai ahli filsafat dan tokoh sastrawan Indonesia.

Acara turut diisi dengan dialog seputar perkembangan kota Bekasi oleh Harun Alrasyid akademisi Universitas Islam “45”, Anim Imamudin anggota DPRD Kota Bekasi, dimoderatori oleh seniman Irmansyah.

“‘Indonesia Lebih Baik’ mensyaratkan pemberdayaan ruang publik menjadi ruang kultural untuk proses pencerdasan, pencerahan, pembebasan, serta pendidikan massal,” kata Leonowens SP. Imbuh beliau lagi, “segala bentuk pengabaian, kesewenang-wenangan, eksploitasi terhadap manusia adalah kejahatan sistemik bagi peradaban kemanusiaan yang lebih beradab dan berkebudayaan universal.”

Ane Matahari dalam pernyataannya sebagai ketua Sastra Kalimalang, mengatakan bahwa komitmen komunitasnya untuk melibatkan masyarakat agar menulis dan kemudian mengembalikannya lagi kepada masyarakat lebih luas. Puisi dari masyarakat diapresiasikan lagi dalam bentuk pementasan yang dilakukan setiap tiga bulan sekali di atas panggung terapung Kalimalang.

Para pengunjung turut disuguhkan acara hiburan oleh musikalisasi puisi dari Ane Matahari dan kawan-kawan, pertunjukan musik kontemporer dari kelompok

Lingkar Bitung, penampilan anak-anak pemusik jalanan dari kelompok MLK (Mandi Lima Kali) Akustik, pembacaan puisi Ridwan Marhid ketua Dewan Kesenian Bekasi, pembacaan puisi Nani Tandjung aktris Teater Kail.

Maryani salah seorang penonton dari jalan Cut Meutia kota Bekasi mengatakan, “acara ini patut ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia, karena mempunyai bobot pendidikan untuk masyarakat luas.”**

Sumber: Berita21.com

Liliana Halim/*B21