Yudhi K Bachri: Kisah Pak Ali dan Sejarah Sport Hall Jelutung Jambi (3)


Sewaktu, Yudhi Krama Bachri alias Iduy -menamatkan studi kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Jambi, tahun 1987. Dia langsung bekerja di PDAM Tirta Mayang Kota Jambi pada 1988, dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Seksi Personalia.

Lama bertugas selama 18 tahun, sejak 1988-2006, Yudhi mengambil pensiun dini di tempatnya bekerja di PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, di kala dirinya berusia 46 tahun ketika itu. Disana, dia lama bergelut di bidang air minum.

Salah satu pembuktian, yang ia ketahui, bahwa Gedung Menara Air di daerah Jelutung milik PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, dengan luas lebih kurang 1.500 meter persegi ini, dan bersebelahan dengan bekas gedung Sport Hall sekarang ini, dibangun sekitar tahun 1976, disaat masa kepemimpinan Walikota Jambi, Ashari DS saat itu.

Yudhi menyebutkan fungsi Menara Air PDAM Jelutung itu, paparnya menurutnya, untuk memenuhi suplai kebutuhan air bersih pada daerah Pasar, Jelutung dan sekitarnya dengan sistem pengiriman air dari Kantor Induk PDAM Tirta Mayang di wilayah Broni, Kecamatan Telanaipura didistribusikan ke reservoar (bak penampungan di Menara Air PDAM Jelutung). Setelah itu, dipompa tekan dan didistribusikan ke daerah-daerah yang dimaksud, yakni Pasar-Jelutung dan sekitarnya.

Saat itu induk PDAM Tirta Mayang di Broni, tidak sanggup kapasitasnya sehingga dibangun Menara Air PDAM di daerah Jelutung, yang lokasinya bersebelahan dengan Gedung Sport Hall, dan bekas Gedung Perpustakaan Kota Jambi, untuk membantu kebutuhan air bersih kepada warga-warga di sekitar Pasar-Jelutung dan sekitarnya. Diceritakan Yudhi, sekarang Menara Air PDAM Jelutung tidak digunakan lagi.

“Bisa kita lihat sekarang, Menara Air PDAM Jelutung sebagai bukti sejarah aset milik Pemerintah Daerah Kota Jambi, dan untuk diketahui bahwa saat ini, gedung Menara Air PDAM Tirta Mayang di Jelutung ini bekerja sama dengan beberapa perusahaan provider yang ada, sebagai iklan luar ruang dengan sistem kontrak di seluruh bangunan menara air.

“Dan itu, punya siapo. Menara Air Jelutung itu, gunanyo untuk mendistribusikan air PDAM khusus ke masyarakat di daerah Pasar, Jelutung dan sekitarnya. Itu saksi bisu. Menara Air, yang bersebelahan dengan Sport Hall Jelutung, itu sudah jelas-jelas tidak bisa disangkal lagi.

Mulai Menara Air-Sport Hall Jelutung-Perpustakaan adalah milik pemerintah kota. Waktu kecil, saya bermain di Sport Hall Jelutung, dan waktu saya bekerja di PDAM Tirta Mayang mulai 1988-2006, selama 18 tahun ngurusin Menara Air Jelutung. Jadi, sayo tau persis, sejarah Sport Hall Jelutung Jambi. Koq biso-bisonyo, bangunan Sport Hall dan bekas perpustakaan jadi masalah ke pengadilan untuk menyelesaikan siapo yang punyo. Sayo jadi bertanyo-tanyo, Ado apo,” papar Yuhdi seraya bertanya-tanya.

Yudhi Krama Bachri, sangat terkejut ketika mendengar gedung Sport Hall Jelutung dan bekas Gedung Perpustakaan Kota Jambi itu, bisa berujung ke pengadilan hingga sekarang ini.

Setahu Yudhi, apa yang dia lihat dan dia alami saat pengalaman hidup kecilnya, dari segi bentuk bangunannya pun itu adalah milik Pemerintah Kota Jambi. Karena, kata Yudhi, keberadaan sosok (almarhum) Pak Ali disana sebagai juru kunci Gedung Sport Hall Jelutung, juga dia merupakan pegawai negeri sipil yang bertugas disana, tuturnya.

“Jadi tidak mungkin, swasta yang punyo. Jadi tidak mungkin, dan gedung Sport Hall Jelutung dan juga bekas gedung Perpustakaan itu, harus kembali kepada Pemerintah Kota Jambi,” ujarnya.

Jadi sebenarnya, di daerah sengketa lahan tersebut menurut Yudhi, sudah tidak asing lagi. Bakhan dirinya pun sangat mengetahui persis lokasi tersebut. Diapun menghabiskan masa sekolah menengah pertamanya di SMP Negeri 4 Jelutung Kota Jambi, yang lokasinya berdekatan dengan lokasi sengketa.

Bekas Gedung SMP Negeri 4 Kota Jambi di wilayah Jelutung, sekarang sudah berubah menjadi ruko (rumah toko) dan perkantoran. Dulu, kata Yudhi, SMP Negeri 4 itu, asalnya merupakan sekolah orang Cina, lalu difungsikan menjadi sekolah SMP Negeri 4 Kota Jambi, demikian paparnya.

Untuk diketahui, status tanah yaitu bekas Gedung Sport Hall dan bekas Gedung Perpustakaan Kota Jambi yang total areal luasannya mencapai 9.890 meter persegi, yang berada di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Provinsi Jambi –yang hingga saat ini berujung ke ranah hukum dan bergulir di Pengadilan Tinggi Jambi menuai sorotan dan protes dari kelompok dan elemen masyarakat serta beberapa lembaga dan aktivis penggiat anti korupsi di Kota Jambi.

Sumber: Berita21

Iklan