Inilah 5 Kesimpulan Utama Presiden Atasi Polemik Hukum KPK-Polri Soal Kasus Dugaan Korupsi Simulator SIM


Divisi Humas Mabes Polri, Senin (08/10/2012) malam ini dalam akun facebooknya, menyebutkan ada lima kesimpulan utama Presiden SBY, dalam permasalahan Polri dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam penanganan kasus dugaan korupsi Simulator SIM di Korlantas Mabes Polri Kasus itu yang kini ditangani oleh KPK dan Polri sehingga tidak menjadi ketegangan sampai sekarang ini, dan dengan tegas oleh SBY maka hal tersebut dapat teratasi oleh kedua belah pihak, baik KPK dan Polri sesuai arahan presiden.

Adapun 5 kesimpulan utama Presiden SBY itu, yakni sebagai berikut :

1. Kasus korupsi simulator SIM yang melibatkan Irjen Pol Djoko Susilo dan kawan-kawan ditangani oleh KPK. Polri menangani kasus yang berkaitan dengan penyimpangan pengadaan barang.

2. Polri yg ingin melakukan tindakan hukum terhadap Kompol Novel Bawesdan tidak tepat, baik masalah timing maupun caranya.

3. Akan ada Peraturan Pemerintah yang baru tentang penyidik Polri yang bertugas di KPK.

4. Pemikiran dan rencana revisi Undang-undang KPK, sepanjang untuk memperkuat KPK saya dukung, untuk melemahkan saya tolak. Namun saat ini, untuk merevisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi tidak tepat waktunya.

5. KPK dan Polri harus memperbaharui MoU-nya, dan harus dipatuhi isi MoU (Memorandum of Understanding) tersebut, dan saling koordinasi serta bersinergi dalam pemberantasan kasus korupsi di tanah air.

Sumber: Berita21