Melancong Ke Tanah kelahiran Ahok Di Belitung Timur


Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru terpilih, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan mantan Bupati di Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dimulai dari Belitung Timur inilah, sosok Ahok sebagai bupati dikenal banyak orang, dan terakhir ia berpasangan dengan mantan Walikota Solo (Provinsi Jawa Tengah), Jokowi maju ke pemilihan kepala daerah DKI Jakarta dan meraih simpati publik Jakarta untuk memimpin DKI Jakarta selama lima tahun bersama dengan Jokowi menjadi wakil gubernur periode 2012-1017.

Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung tempat dimana Ahok memulai karir politiknya, merupakan wilayah yang sangat terkenal dengan keindahan pantai yang putih dan lembut, lautnya yang biru dan ombaknya yang tenang dengan dipagari oleh jajaran pepohonan cemara yang hijau. Sungguh indah panorama pantai dan sangat fantastis di tanah kelahiran Ahok ini.

Untuk sektor pariwisata, obyek wisata yang paling menonjol di wilayah ini adalah pantainya yang benar-benar indah dan eksotis, berlaut tenang dengan pasirnya yang putih yang terkenal hingga ke manca Negara, setidaknya tidak anda lewatkan.

Paling tidak, ada 11 pantai yang kaya dengan pemandangan paronamanya yang sangat indah dengan pantai berlaut biru dan tenang, pasir putih yang lembut dan formasi granit-granit raksasa dan alami di Belitung Timur ini, seperti Pantai Burung Mandi, Pantai Pengempangan, Pantai Malang Lepau, Pantai Serdang, Pantai Sengaran, Pantai Pering, Pantai Batu Lalang, Pantai Burung Punai, Pantai Mengguru, Pantai Tanjung Keluang, dan Pantai Nyiur Melambai.

Disamping keindahan pantainya yang mempunyai karakteristik pantai yang berpasir putih dan landai adalah ciri khas pantai yang dimiliki di Belitung Timur ini.

Di daerah ini, juga banyak dijumpai obyek wisata budaya dan sejarah, serta destinasi wisata bawah laut, diantaranya :

1. Museum Kerajaan Buding.

2. Kelenteng (Vihara) Dwi Kwan Im di Desa Burung Mandi yang berusia ratusan tahun yang berada diatas bukit di Pantai Burung Mandi, dan sebagai tempat pemujaan Dewi Kwan Im, yaitu Dewi Kesuburan bag umat Budha. Konon menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, dengan memuja Dewi Kwan Im dapat membantu pasangan yang belum memiliki keturunan,

3. Pesta Maras Taun, yang dirayakan setiap tahunnya oleh masyarakat Belitung sebagai wujud syukur setelah melewati musim panen padi, dan di dalam pesta adat ini, kita bisa menyaksikan kesenian tradisional khas rakyat Belitung.

4. Muang Jong atau Buang Jong, membuang atau melepaskan perahu kecil berbentuk kerangka kapal, dan berisikan sesajian atau ‘Ancak’ yaitu kerangka rumah-rumahan yang melambangkan tempat tinggal.

5. Bendungan Pice (Pice Dike) yang tidak kurang dari 50 meter, dan terletak di bagian hulu Sungai Lenggang mempunyai 16 pintu dengan panjang ukuran 2,5 meter ditiap pintunya di Gantung.

6. Berwisata ke kampung halamannya Andrea Hirata, penulis tetralogi novel ‘Laskar Pelangi’ di Desa Lenggang, Gantung, dimana di desa ini terdapat replika SD Muhammadiyah Gantung dalam Film Laskar Pelangi, yang juga sering disebut Kampung Sastra. Di Kampung sastra ini, terdapat rumah puisi yang dapat digunakan siapa saja.

7. Pulau Memperak, di pulau ini banyak terdapat terumbu karang yang masih alami dengan kontur karang dan slope yang mencapai 23 meter sehingga banyak terdapat beragam jenis ikan disini, yang dapat dilihat dari atas permukaan. Selain itu di pulau tersebut, juga menawarkan berbagai kegiatan wisata minat khusus lainnya, seperti diving, snorkeling, dan hiking, juga memancing, menyelam, berenang dan berjemur, serta bermain pasir.

Dan yang tidak kalah serunya lagi, juga menyempatkan diri mencicipi kuliner khas hidangan lautnya yang sangat terkenal, seperti Lempah Kuning atau Gangan dengan nanas atau daun kedondong, Sambal Lingkung dari ikan tenggiri, Rusip dari fermentasi ikan, serta kuliner khas Mie Belitung, dan mendapatkan souvenir Batu Satam khas Belitung, dan lainnya.

Afrizal/B21

Sumber: Berita21